Bisnis
DAGING Sapi Tembus Rp146.600 Per Kg, Harga Pangan Meroket Jelang Hari Raya, Beras Relatif Stabil
Lonjakan permintaan masyarakat ini mendorong kenaikan harga berbagai bahan pokok, terutama protein hewani dan cabai.
TRIBUN-BALI.COM – Harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik sepekan menjelang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Lebaran Idulfitri 2026.
Lonjakan permintaan masyarakat ini mendorong kenaikan harga berbagai bahan pokok, terutama protein hewani dan cabai.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional telah mencapai Rp146.600 per kilogram (kg) pada Minggu (15/3) pukul 09.55 WIB. Angka ini sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp140.000 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas II tercatat berada di kisaran Rp138.550 per kg, atau masih mendekati batas atas harga acuan. Harga daging ayam ras berada di level Rp41.950 per kg, sedangkan telur ayam ras tercatat Rp33.050 per kg.
Baca juga: IMBAS Perang Timur Tengah di Bali Paling Signifikan, PHRI Sebut Bisnis Pariwisata Terdampak Konflik!
Baca juga: MEMBLUDAK! 5 Jam Baru Tiba di Areal Penyekatan, 152.224 Penumpang Menyeberang dari Bali ke Gilimanuk
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah berada di kisaran Rp44.100 per kg dan bawang putih Rp40.500 per kg. Tekanan harga juga terlihat pada komoditas cabai.
Cabai rawit merah tercatat Rp84.550 per kg, cabai rawit hijau Rp55.000 per kg, cabai merah besar Rp48.150 per kg, dan cabai merah keriting Rp47.300 per kg.
Lain halnya dengan harga beras yang masih relatif stabil. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing berada di level Rp14.500 per kg. Adapun beras medium I tercatat Rp15.950 per kg dan medium II Rp15.850 per kg. Beras kualitas super I diperdagangkan Rp17.200 per kg dan super II Rp16.750 per kg.
Di sisi lain, gula pasir premium tercatat Rp19.950 per kg dan gula lokal Rp18.700 per kg. Untuk minyak goreng, harga minyak curah berada di kisaran Rp19.350 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.850 per liter, serta kemasan bermerek II Rp21.850 per liter.
Pemerintah memastikan pergerakan harga masih dalam batas terkendali. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menyebut pemerintah terus memantau harga daging sapi yang permintaannya meningkat menjelang Idulfitri di sejumlah daerah, baru-baru ini di Jawa Barat.
“Untuk itu, Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat turun meninjau ke Pasar Kosambi, Bandung,” ujar Ketut dikutip dari Antaranews dan dilansir Kontan, Minggu (15/3).
Pemantauan tersebut dilakukan setelah muncul laporan harga daging sapi di sejumlah tempat menyentuh Rp160.000 per kg.
Namun, hasil inspeksi di lapangan menunjukkan sebagian besar pedagang masih menjual daging sesuai ketentuan harga pemerintah. “Fakta yang ditemukan ternyata pedagang daging sapi di Pasar Kosambi masih menjual sesuai HAP tingkat konsumen,” sebutnya.
Menurut Ketut, harga yang melampaui HAP umumnya merupakan daging sapi kualitas premium yang telah dibersihkan dari lemak. Sementara yang diatur dalam kebijakan harga pemerintah adalah daging sapi kualitas medium yang masih memiliki sedikit lemak.
“Kondisi harga di sini relatif bagus. Kemudian stoknya relatif bagus. Pada kenyataannya, daging sapi yang dijual oleh pedagang adalah daging sapi yang premium. Namun, masih ada juga daging sapi yang dijual sesuai HAP yaitu Rp130.000 sampai Rp140.000,” jelasnya.
Ia menambahkan, pedagang kerap membersihkan tempelan lemak pada daging untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan potongan lebih bersih, sehingga harga daging yang dijual menjadi lebih tinggi. Kendati demikian, tekanan harga pangan diperkirakan masih akan berlangsung hingga mendekati hari raya, seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga menjelang Lebaran. (kontan)
Bapanas Jamin Stok Pangan Aman
| JAMIN Harga Beras Stabil, Bulog Pastikan Tidak Ada Kenaikan, Tak Terpengaruh Biaya Kemasan Melonjak! |
|
|---|
| TRANSAKSI Kartu Kredit Tumbuh pada Kuartal I-2026, Simak Alasannya |
|
|---|
| Triwulan Pertama Rp71,449 M, Dispar Catat Realisasi Pungutan Turis Masuk Bali Periode Januari-Maret |
|
|---|
| Dukungan Permodalan BRI Dorong Pertanian Paprika Organik, Petani Lokal Mampu Tembus Pasar Premium |
|
|---|
| TRANSAKSI Local Currency Melonjak 163 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-daging-sapi-segar-menata-dagangannya-di-pasar-tradisional-Senen-Jakarta.jpg)