Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Gianyar Bali Kini Punya Majelis Kebudayaan, Dikoordinir Prof. Dibya

Gianyar harus tetap menjadi pusat peradaban seni dan budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendunia.

Istimewa
Pengukuhan: Pemkab Gianyar, Bali mengukuhkan Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar, di Bale Budaya Gianyar, Rabu 18 Februari 2026. Gianyar Bali Kini Punya Majelis Kebudayaan, Dikoordinir Prof. Dibya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali tetap ajeg di Kabupaten Gianyar, Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kini membuat majelis yang khusus menjadi benteng kebudayaan. Yakni, Majelis Kebudayaan Bali (MKB) Kabupaten Gianyar.

Majelis ini pun telah dikukuhkan oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun di Bale Budaya Gianyar, Rabu 18 Februari 2026. 

Keberadaan MKB ini menjadi sangat strategis sebagai wadah koordinasi, penguatan, serta pelestarian nilai-nilai budaya Bali yang adi luhung.

Dalam sambutannya di acara pengukuhan, Agung Mayun menyampaikan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar. 

Baca juga: H-1 Imlek 2026, Vihara Dharmayana Kuta Gelar Persembahyangan Tolak Bala-Kirab Budaya

Ia berharap majelis ini dapat menjalankan amanah yang telah diberikan dengan baik dan penuh tanggungjawab, khususnya dalam pelestarian, pengembangan, dan pembinaan kebudayaan Bali di Kabupaten Gianyar.

“Majelis ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi menjadi motor penggerak dalam menjaga jati diri budaya Bali di tengah dinamika globalisasi dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Tokoh Puri Agung Gianyar itu menjelaskan tantangan yang dihadapi saat ini tidak ringan. Yakni, arus modernisasi, digitalisasi, serta perubahan sosial menuntut untuk bijak dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian dan inovasi.

Kebudayaan, kata dia, bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi masa depan. Jika budaya kuat, maka karakter masyarakat juga akan kuat. 

Gianyar harus tetap menjadi pusat peradaban seni dan budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendunia.

“Seluruh pengurus yang hari ini dikukuhkan agar pertama, senantiasa menguatkan sinergi dengan pemerintah daerah, desa adat, dan seluruh pemangku kepentingan. Kedua, menjadi garda terdepan dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Ketiga, mendorong generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya leluhur,” jelasnya.

Agung Mayun menambahkan, Pemkab Gianyar berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui kebijakan, regulasi, serta penganggaran yang berpihak pada penguatan identitas budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, I Wayan Adi Parbawa menyampaikan susunan kepengurusan MKB Kabupaten Gianyar dalam struktur tersebut, Ida Bagawan Blebar Puri Gianyar (Anak Agung Gede Bharata mantan Bupati Gianyar) dan Prof I Made Bandem ditetapkan sebagai Penasehat.

Sementara Prof I Wayan Dibya sebagai koordinator, serta Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar sebagai Sekretaris.

“Selain itu, terdapat Pengurus Harian, 10 Komisi-komisi, dan Koordinator per-Kecamatan yang akan menunjang kelembagaan MKB Kabupaten Gianyar," tegasnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved