Berita Gianyar
Cuaca Ekstrem di Gianyar, Waspada Ular Masuk Rumah
Belakangan ini ular-ular berbahaya cukup banyak bermunculan di Gianyar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di tengah cuaca ekstrem berupaya hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kabupaten Gianyar, Bali, masyarakat diimbau tidak hanya waspada terhadap potensi bencana alam. Namun juga harus waspada terhadap hewan liar yang mematikan, seperti ular.
Informasi dihimpun Tribun Bali, belakangan ini ular-ular berbahaya cukup banyak bermunculan di Gianyar. Mulai dari ular sanca, yang dapat melumpuhkan mangsa dengan cara menjerat. Terdapat juga anakan ular cobra, yang memiliki bisa mematikan.
Kemunculan ular ini diduga akibat sarang mereka basah oleh air hujan, sehingga mencari tempat kering, seperti masuk ke rumah-rumah warga. Banyak dari hewan ini juga masuk ke rumah warga untuk mencari makan.
Baca juga: Kodam IX/Udayana Gelar Ops Gaktib dan Yustisi 2026, Pangdam Target Pelanggaran Turun Signifikan
Kepala Dinas Satpol dan Damkar Gianyar I Putu Yudanegara saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Selama musim hujan ini, permintaan tolong ke Damkar untuk menangkap ular relatif banyak. Terbaru, dirinya melakukan evakuasi ular sanca di kawasan Sukawati.
Iapun memberikan tips pada masyarakat untuk mengantisipasi ular masuk rumah, mulai dari menjaga lingkungan rumah tetap bersih hingga menggunakan aroma yang tidak disukai ulang.
Baca juga: Puasa Tak Hanya Menahan Lapar, 8 Anggota Tubuh Ini Juga Harus Dijaga
"Singkirkan sampah, tumpukan kayu, atau barang bekas yang berpotensi menjadi tempat persembunyian. Periksa dan tutup celah di pintu, jendela, dan ventilasi. Pastikan lubang pembuangan air aman. Bisa juga gunakan aroma, ular tidak menyukai wangi tajam seperti kapur barus, karbol, atau bawang putih," ujarnya.
Yudanegara mengatakan, ular juga bisa masuk ke pekarangan rumah melalui ranting yang bersentuhan dengan bangunan. "Rapikan pohon yang menjuntai ke atap rumah agar ular tidak merambat masuk," ujarnya.
Namun jika tetap ada ular, dan tidak berani mengevakuasi sendiri, Yudanegara mempersilahkan agar warga meminta tolong ke Damkar Gianyar. "Jika terdesak hubungi Damkar Gianyar. Kalau ularnya tidak berbisa, sekaligus kita latih masyarakat menangkap ular secara mandiri," ujarnya. (*)
| Alokasikan Rp 200 M di 2026, Kualitas Jalan Kabupaten Gianyar, 80 Persen Lebih dalam Kondisi Mantap! |
|
|---|
| POLSEK Blahbatuh 'Pindah Sementara”, Pelayanan Diarahkan ke Desa Keramas! |
|
|---|
| SERING Dikeluhkan, Pemkab Gianyar Klaim Kualitas Jalan Ungguli Daerah Lain, 80 Persen Kondisi Mantap |
|
|---|
| KRONOLOGI Dugaan Kisah Terlarang Anak Agung RM dan Nyoman di Gianyar, Berakhir Meninggal Tak Wajar |
|
|---|
| Cok Asmara Apresiasi Penataan Kabel Semrawut, Ubud Lebih Estetik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/evakuasi-ular-di-Gianyar.jpg)