Berita Gianyar
Warga Ubud Bali Hidup Dalam Kemiskinan, Kapolsek Ubud Berikan Sembako Dan Pakaian
Sembari merawat orangtua, di masa produktifnya, Puja menghidupi kedua orangtuanya dengan kerja serabutan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di tengah hingar bingar pariwisata Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, masih banyak masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan.
Salah satunya keluarga I Ketut Jaga, di Banjar Batuh, Desa Singakerta, Ubud, Bali.
Ia hidup dalam kemiskinan ekstrem, istrinya lumpuh dan Jaga mengalami sakit stroke sejak lama.
Saat ini, Jaga dan istrinya hanya bergantung pada anak semata wayangnya, I Nyoman Puja, yang kini tengah menginjak usia 38 tahun.
Baca juga: BANJIR Mulai Surut di Tangading Antiga! 31 Warga Terdampak di Klungkung Terima Bansos
Sembari merawat orangtua, di masa produktifnya, Puja menghidupi kedua orangtuanya dengan kerja serabutan.
Beruntung, keluarga ini memiliki Bhabinkamtibmas dan Kapolsek yang peduli pada nasib warganya.
Yakni, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Aiptu I Made Widastra dan Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara.
Mereka telah memberikan berbagai bantuan, seperti sembako, dan pada Selasa 3 Maret 2026, Kapolsek memberikan bantuan berupa pakaian untuk keluarga tersebut.
Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Aiptu I Made Widastra saat dikonfirmasi, Rabu 4 Maret 2026 mengatakan, sebelumnya keluarga ini beranggotakan empat orang, yakni Ketut Jaga, istri, anak, dan kakak dari Ketut Jaga. Namun kakaknya tersebut telah meninggal dunia.
"Kini anggota keluarga tersebut berjumlah tiga orang, istrinya lumpuh, Pak Jaga sendiri stroke, kini yang menafkahi keluarga hanya anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan, kadang dia tidak bekerja," ujarnya.
Pria yang karib disapa Dastro tersebut pun menyampaikan kondisi warganya tersebut pada Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara.
Dan, Kapolsek merespon cepat, dengan mendatangi keluarga ini, serta memberikan bantuan.
"Bantuan pertama yang diberikan Kapolsek berupa sembako. Karena pakaian keluarga ini tidak pernah ganti disebabkan keterbatasan ekonomi untuk membeli pakaian, sehingga Pak Kapolsek juga memberikan 15 set pakaian baru dan layak pakai," ujarnya.
Tak sampai di situ, kata Dastro, Kapolsek juga menugaskan dirinya untuk selalu memantau kondisi keluarga ini.
Dan, Dastro memastikan dirinya akan menjalankan tugas terstruktur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-Ubud-Bali-Hidup-Dalam-Kemiskinan-Kapolsek-Ubud-Berikan-Sembako-Dan-Pakaian.jpg)