Tenggelam di Bali
Tragedi Ngembak Geni, Bocah SD Tewas Tenggelam Di Sungai Melangit Gianyar Bali
Setelah dilakukan upaya pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang sekitar 500 meter dari titik awal ia berenang.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi, identik dengan aktivitas mandi dengan tujuan menyucikan jasmani dan rohani untuk menjalani tahun baru saka.
Hal tersebut pula dilakukan oleh I Putu OP (11), siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) asal Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Bali, Jumat 20 Maret 2026 kemarin.
Ia bersama teman-temannya memilih mandi di Sungai Melangit kawasan Banjar Blahpane Klod, Desa Sidan. Nahas, saat tengah asik berenang, ia dilaporkan tewas terseret arus sungai.
Informasi dihimpun, Sabtu 21 Maret 2026, sebelum tenggelam, korban bersama empat orang temannya sempat berenang, sekitar pukul 15.30 Wita.
Baca juga: WISMAN China Tewas Tenggelam di Pantai Sawangan, Canna Bali Sampaikan Duka Belasungkawa
Saat itu, kondisi sungai yang cukup dalam, disertai arus yang deras.
Diduga karena kurang hati-hati, korban pun terseret arus hingga tenggelam.
Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut, langsung memberi tahu warga sekitar.
Warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah dilakukan upaya pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang sekitar 500 meter dari titik awal ia berenang.
Saat ditemukan, warga pun berusaha memberikan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa korban, dengan memberikan bantuan napas. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Family Husada Gianyar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun upaya medis pun tak berhasil menyelamatkan nyawa korban, yang telah tenggelam dalam waktu yang cukup lama.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Kata dia, sebelum meninggal, korban bersama teman-temannya bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
"Korban bersama teman-temannya bermain di sungai, biasa anak-anak di waktu libur bermain ke sungai. Karena saat itu ia bersama teman-temannya, jadi tidak ada pengawasan dari orang tua," ujar Kapolsek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tragedi-Ngembak-Geni-Bocah-SD-Tewas-Tenggelam-Di-Sungai-Melangit-Gianyar-Bali.jpg)