Penemuan Mayat di Buleleng
Telat Pulang, Seorang Nelayan Meninggal Tenggelam di Buleleng Bali, Ditemukan Mengambang
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, pada tubuh jenazah keluar darah dari hidung dan mulut keluar buih serta darah.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masyarakat Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dibuat geger akan temuan jenazah laki-laki, Minggu 1 Februari 2026.
Jenazah tersebut ditemukan di mengambang di perairan Tanjung Rijasa, wilayah Banjar Dinas Pegametan.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan jenazah tersebut ditemukan oleh nelayan sekitar, pukul 16.25 Wita.
Jenazah memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi 183 sentimeter dan berambut hitam
Baca juga: Remaja Asal Bogor Tergiur Loker ABK di FB, Nekat Kabur ke Bali Ditemukan di Atas Kapal Nelayan Benoa
"Adapun identitas jenazah tersebut diketahui bernama Surahmat (50). Ia merupakan seorang nelayan asal Banjar Dinas Sumberwangi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng," sebutnya, Senin 2 Februari 2026.
Peristiwa berawal saat warga sekitar bernama Kadek Agus Wibawa, menerima kabar dari rekan nelayan ihwal penemuan jenazah di laut Pegametan.
Pria 41 tahun itu segera memberitahukan informasi ini pada nelayan lain, untuk membantu proses evakuasi.
"Para saksi bergegas menuju ke laut menggunakan perahu untuk mengecek kebenaran informasi dimaksud. Jasad Surahmat ditemukan terapung di laut dan segera dievakuasi ke darat. Atas kejadian ini, saksi kemudian melapor ke Polsek Gerokgak untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Pihak kepolisian bersama petugas medis Puskesmas Gerokgak 2 segera mendatangi lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, pada tubuh jenazah keluar darah dari hidung dan mulut keluar buih serta darah.
Meski demikian tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Sementara Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi menambahkan, jasad Surahmat ditemukan pada jarak 100-200 meter dari bibir Pantai.
Menurut keterangan pihak keluarga, Surahmat berangkat memancing pada Minggu 1 Februari 2026, pukul 10.00 Wita dan biasanya pulang sekitar pukul 15.00 Wita.
"Namun pada hari itu korban pulang terlambat, yang ternyata meninggal karena tenggelam. Keluarga menerima dan mengikhlaskan kematian korban karena merupakan musibah atau murni kecelakaan saat melaut," tandasnya. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng