Seputar Bali
Puspem Gianyar ditarget selesai Agustus 2026, Pemkab Gianyar Mulai Bangun Padmasana
Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar, Bali dengan anggaran Rp 100 miliar, sedikit demi sedikit telah menuju proses penyelesaian.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar, Bali dengan anggaran Rp 100 miliar, sedikit demi sedikit telah menuju proses penyelesaian.
Pada Purnama Kedasa tepatnya, Kamis 2 April 2026, Pemkab Gianyar menggelar upacara pecaruan atau Pengulapan Alit Gedung A Pusat.
Di hari yang suci bagi umat Hindu di Bali itu, Pemkab Gianyar juga menggelar prosesi nasarin (peletakan batu pertama) pembangunan pelinggih Padmasana.
Prosesi nasarin ini dilakukan langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.
Baca juga: Jadwal Karya Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur 2026: Pujawali Wayon Ageng
Diketahui bahwa upacara ini dilaksanakan sebagai bentuk penyucian serta upaya menjaga keharmonisan lingkungan gedung pemerintahan, sekaligus memohon keselamatan, kelancaran, dan kesejahteraan bagi seluruh aktivitas pemerintahan dan masyarakat Gianyar.
Prosesi nasarin menjadi penanda dimulainya pembangunan pelinggih Padmasana sebagai sarana persembahyangan di lingkungan Puspem.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta undangan terkait.
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Jumat 3 April 2026, Gedung A Puspem Ginyar akan ditempati oleh lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan bahwa pembangunan Gedung Puspem Gianyar dapat terwujud melalui efisiensi serta pengelolaan anggaran yang ketat.
Baca juga: CEGAH Macet Jalur ke Pura Besakih, Truk Pengangkut Galian C Dialihkan ke Jalur Sidemen-Klungkung!
Puspem ini dibuat untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat.
“Semangat kerja, disiplin, dan pelayanan. Karena inti dari pemerintahan adalah pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Mahayastra menekankan bahwa fasilitas yang dibangun bukanlah milik pegawai, melainkan milik seluruh masyarakat Gianyar.
“Ini bukan milik pegawai, tapi milik masyarakat Gianyar,” tegasnya.
Bupati Mahayastra menargetkan proses pembangunan akan rampung pada bulan Agustus mendatang, sehingga pada bulan September dirinya sudah dapat mulai berkantor disana.
Selain sebagai pusat pemerintahan, kawasan Puspem Gianyar juga dirancang menjadi destinasi wisata hijau, menyerupai konsep alun-alun kota yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kita bangga bisa membangun ini,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Gianyar-I-Made-Mahayastra-saat-prosesi-nasarin1.jpg)