Berita Gianyar
Sepekan, Satpol PP Gianyar Tertibkan 50 Gepeng, Kadis: Sekarang Kami Pantau Lewat CCTV
Sepekan, Satpol PP Gianyar Tertibkan 50 Gepeng, Kadis: Sekarang Kami Pantau Lewat CCTV
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar, Bali terus mengintensifkan penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Ubud.
Dalam kurun waktu sepekan, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 50 orang gepeng yang tersebar di sejumlah titik di kawasan wisata Ubud.
Berdasarkan data Satpol PP Gianyar, Rabu 13 Mei 2026, penertiban gepeng ini dilakukan secara bertahap sejak awal Mei 2026. Pada 3 Mei 2026, petugas mengamankan empat orang gepeng.
Selanjutnya pada 4 Mei jumlah yang diamankan meningkat menjadi 20 orang. Pada 5 Mei, kembali diamankan delapan orang, dan pada 6 Mei malam sebanyak 11 orang.
Baca juga: 2 Orang Dikepung di Jalan Pura Demak Denpasar, Sempat Dihajar Warga, Terungkap Dosa Keduanya
Meski para gepeng tersebut telah dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Karangasem, sebagian kembali ditemukan berada di wilayah Ubud pada 9 Mei 2026. Kondisi tersebut membuat Satpol PP kembali melakukan penertiban pada Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam operasi yang dilakukan anggota Regu 4 di bawah pimpinan Kasi Operasi di kawasan selatan ruko Bank Mandiri Ubud, petugas mengamankan tujuh orang gepeng.
Mereka terdiri dari dua perempuan dewasa, satu laki-laki dewasa, dua anak laki-laki, dan dua anak perempuan. Seluruh kegiatan penertiban berlangsung aman dan lancar.
Baca juga: Temuan Lutut Manusia Hebohkan Warga Abiansemal Badung, Terungkap Pengakuan 3 Hari Lalu
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, I Putu Yudanegara menyebutkan, pengawasan kini semakin diperkuat setelah mendapatkan akses pemantauan CCTV dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dengan sistem tersebut, pihaknya dapat memantau aktivitas di berbagai titik di wilayah Gianyar secara lebih maksimal. "Saat ini kita melakukan pemantauan gepeng melalui CCTV," ujarnya.
Namun hingga kini, petugas masih berupaya menelusuri lokasi awal para gepeng tersebut masuk atau “mendarat” kembali ke wilayah Gianyar. Dia mengatakan, keberadaan gepeng ini telah menganggu kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Terlebih lagi, kegiatan mengemis tersebut dilakukan bukan karena mereka tidak sanggup mencari pekerjaan layak. Namun karena pada dasarnya mereka pemalas. Oleh Dinas Sosial Karangasem, para gepeng ini telah pernah dibina, diberikan keterampilan. Namun karena mereka menilai hasil dari aktivitas mengemis lebih menggiurkan, sehingga merekapun kembali mengemis.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memberikan uang pada gepeng di jalanan. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu maraknya aktivitas mengemis di kawasan wisata.
"Operasi penertiban akan terus dilakukan secara rutin untuk menjaga citra Ubud tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat setempat," ujarnya. (*)
| TERUNGKAP Identitas Ibu Penelantar Bayi di Blahbatuh, Mengaku Melahirkan Mendadak di Areal Sawah! |
|
|---|
| Polda Bali Mutasi Dua Kasat di Polres Gianyar, Narkoba dan Satlantas |
|
|---|
| Bunga Pacar Galuh ‘Mekar’ di Pasar, Harganya Melonjak Dua Kali Lipat di Gianyar Bali |
|
|---|
| Residivis Spesialis Bobol Villa di Ubud Ditangkap, Mahasiswa Prancis Rugi Rp 95 Juta |
|
|---|
| Demi Jaga Subak, Warga Samplangan Bali Sepakat Tolak Pembangunan Jembatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Satpol-PP-Gianyar-menertibkan-para-gepeng-yang-beroperasi-di-daerah-pariwisata-Ubud.jpg)