Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Sempat Buka Tutup Arus, Pohon Tumbang Tutup Badan Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk

Kemacetan sempat terjadi lantaran pohon jenis sonokeling sempat menutup badan jalan. Sehingga, akses jalur nasional dilakukan sistem buka tutup. 

Istimewa/Istimewa
POHON TUMBANG - Petugas Polsek Pekutatan bersama warga melakukan penanganan dan evakuasi pohon tumbang yang sempat menutup akses Jalur Nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Pekutatan, Jembrana, Selasa (2/12) dinihari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Senin (1/12) tengah malam.

Kemacetan sempat terjadi lantaran pohon jenis sonokeling sempat menutup badan jalan. Sehingga, akses jalur nasional dilakukan sistem buka tutup. 

Menurut informasi yang diperoleh, pohon tumbang tersebut terjadi pada kilometer 58-59 Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan sekitar pukul 23.40 Wita.

Baca juga: Operasi Zebra 2025 di Jembrana Diklaim Efektif Menekan Fatalitas Kecelakaan, Turun 66 Persen

Pohon jenis sonokeling tersebut dilaporkan tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Jembrana.

Kondisi itu sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama lintas provinsi itu mengalami kemacetan.

Mendapat laporan dari masyarakat, Unit Kegiatan Lapangan (UKL) 1 Polsek Pekutatan yang dipimpin Padal Aiptu Komang Suarsa langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di TKP, personel kepolisian bersama warga melakukan pembersihan batang pohon yang melintang di jalan menggunakan alat manual.

Selama proses evakuasi, petugas menerapkan sistem buka-tutup guna menjaga kelancaran kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Sekitar pukul 01.00 Wita Selasa (2/12), pembersihan selesai dilakukan dan arus lalu lintas kembali normal. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam insiden tersebut.

"Nggih sempat dilakukan buka tutup arus oleh petugas Polsek Pekutatan agar kendaraan bisa melintas. Mengingat ini adalah jalan nasional," ungkap Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya saat dikonfirmasi, Selasa (2/12). 

Baca juga: Edukasi Bahaya Serta Cara Pencegahan Penyakit HIV di Jembrana Bali, 80 Kasus Baru HIV Per Tahun

Dia menyebutkan, proses penanganan dan evakuasi pohon tumbang diduga karena cuaca buruk tersebut sekitar satu jam lebih.

Personel bersama warga bahu membahu melakukan pembersihan hingga akhirnya arus lalulintas kembali normal.

"Jadi setiap laporan masyarakat yang masuk tentunya akan kami tindak lanjuti dengan cepat. Penanganan pohon tumbang ini menjadi bukti kesiapsiagaan personel Polres Jembrana dalam menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, terlebih di tengah cuaca ekstrem," ujarnya.

Sementara itu, pohon jenis jati juga dilaporkan tumbang di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa/Kecamatan Melaya tepatnya di sebelah barat Pasar Melaya sekitar pukul 03.20 Wita, Selasa (2/12). 

Pohon jenis jati dengan tinggi sekitar 12 meter dengan diameter sekitar 20 sentimeter tersebut tumbang karena kondisi akar pohon yang sudah lapuk. Karena kondisi tersebut, pohon tidak kuat menopang dahannya dan menyebabkan pohon tumbang ke jalan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved