Berita Jembrana
Enam Desa di Jembrana Lakukan Lockdown, Dampak Sapi Terjangkit Penyakit LSD
Enam Desa di Jembrana Lakukan Lockdown, Dampak Sapi Terjangkit Penyakit LSD
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit kulit benjol ditemukan pada ternak sapi di Jembrana. Kasus tersebut sesuai dengan adanya sampel positif dari hasil laboratorium. Praktis, Bali yang sebelumnya zero LSD saat ini ditetapkan sebagai daerah kasus penyakit LSD khususnya di Gumi Makepung.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, total sampel ternak sapi yang positif LSD disebutkan sebanyak dua ekor. Sampel tersebut berasal dari dua wilayah yakni Desa Baluk dan Desa Banyubiru di Kecamatan Negara. Namun, ada puluhan sapi lainnya yang juga suspek LSD dan perlu pengawasan.
Sementara, total ada enam wilayah yang sementara dikarantina alias Lockdown untuk membatasi mobilitas ternak atau mencegah penularan. Yakni empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Negara serta satu desa di Kecamatan Melaya.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan Marak, Pansus DRPD Bali Soroti Lemahnya Pengawasan Tingkat Bawah
"Ini jadi kasus pertama (LSD) di Bali, karena sebelumnya Bali bebas LSD," ungkap Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Rabu 14 Januari 2026.
Dia menyebutkan, kasus ini juga menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sesuai hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Bali dengan Pemkab Jembrana terkait penanganan LSD, sejumlah desa/kelurahan terpaksa ditetapkan Lockdown sementara. Selain itu juga melakukan langkah pengendalian dengan penerapan zona.
Baca juga: SELAMAT JALAN Made Serina, Kecelakaan di Perempatan Buleleng, Jenazah Ditemukan Pantai Lingga
Ada tiga zona yang ditetapkan untuk wilayah Jembrana. Yakni zona tertular bagi wilayah yang terdapat kasus positif LSD, zona kontrol untuk kawasan terdekat dari ditemukannya kasus dan zona surveilan untuk pengawasan lebih luas. Disisi lain, juga disarankan melakukan pemotongan bersyarat terhadap 27 ekor ternak di enam desa/kelurahan yang sudah tertular.
Fokus petugas Medikvet saat ini juga melakukan pendataan, pemantauan serta menyarankan peternak melakukan spraying insektisida dan desinfektan sebagai upaya kontrol vektor seperti nyamuk dan lalat yang diduga menyebarkan virus tersebut.
"Pemerintah juga telah mengajukan surat ke Dirjen untuk vaksinasi darurat di zona tertular dan zona kontrol sebagai upaya antisipasi penyebaran," tandasnya.
| Bobol Rumah dan Gondol Uang Tunai serta Perhiasan di Jembrana Untuk.Main Judol |
|
|---|
| 4 Pelaku Dengan 4 Kasus Pencurian Diamankan Polisi Di Jembrana Bali, Curi Alpukat Hingga Perhiasan |
|
|---|
| Warga Melaya Jembrana Kembali Temukan Lumba-lumba Terdampar |
|
|---|
| Perekaman KTP Jemput Bola WBP Rutan Negara, Belum Miliki KTP Elektronik |
|
|---|
| Siswa Tewas Masih Kenakan Seragam di Jalanan Jembrana, Berikut Kronologi Berpulangnya Gusti Ngurah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-Medikvet-saat-melakukan-pemantauan-serta-penyemprotan-insektisida.jpg)