Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Bupati Jembrana Rintis Layanan Bus Pemedek Gratis, Adopsi Pola Rumah Singgah dan Mobil Pikap Harmoni

Menurut Bupati Kembang, penyediaan dua armada bus ini, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah pilot project atau langkah rintisan. 

Tayang:
Istimewa
Bupati Jembrana Rintis Layanan Bus Pemedek Gratis, Adopsi Pola Rumah Singgah dan Mobil Pikap Harmoni 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan secara pribadi menyediakan layanan bus gratis untuk masyarakat Gumi Makepung yang hendak tangkil pada upacara karya agung di Pura Besakih (Ida Bhatara Turun Kabeh) dan Pura Ulun Danu Batur (Ngusaba Kedasa) tahun 2026. 

Layanan ini diharapkan dapat meringankan beban transportasi masyarakat yang hendak melaksanakan kegiatan sembahyang. 

Total ada dua bus gratis yang disediakan untuk masyarakat yang berangkat mulai Sabtu 18 April dan Minggu 19 April 2026.

Langkah ini menjadi bentuk perhatian personal Bupati Kembang terhadap antusiasme krama Jembrana dalam melaksanakan bakti keagamaan, khususnya pada rangkaian upacara besar di pura-pura tersebut yang kerap terkendala oleh akses transportasi dan biaya perjalanan, mengingat jarak tempuh dari Jembrana yang cukup jauh.

Baca juga: Bupati Jembrana Minta Warga Jaga Fungsi Saluran Air, Puluhan Kilometer Jalan Diperbaiki

Menurut Bupati Kembang, penyediaan dua armada bus ini, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah pilot project atau langkah rintisan. 

Inisiatif ini diproyeksikan menjadi cikal bakal program resmi Pemerintah Kabupaten Jembrana di masa mendatang.

Strategi "Merintis dengan Pribadi, mematangkan jadi Program Daerah" ini bukan kali pertama dilakukan Bupati Kembang. 

Diawali dengan langkah pribadi, kini telah sukses diterapkan oleh Bupati melalui berbagai program unggulan daerah. 

Selain Rumah Singgah Harmoni di Denpasar yang awalnya menggunakan rumah pribadi Bupati untuk warga Jembrana yang berobat ke luar daerah, pola yang sama juga sukses diterapkan pada program Pikap Gratis dan Mobil Layanan Antar-Jemput Pasien.

Pada program pick-up untuk desa adat, awalnya dimulai dari armada pribadi serta 25 unit lainnya milik para kader partai, dipinjamkan untuk membantu warga membutuhkan alat transportasi saat menggelar yadnya maupun hajatan dan acara besar keagamaan lainnya. 

Setelah diadopsi menjadi program unggulan daerah, kini telah dihibahkan kepada desa adat dan kelurahan sebanyak 70 unit. 

Program-program tersebut awalnya dilakukan secara mandiri oleh Kembang Hartawan sebelum akhirnya diangkat menjadi kebijakan resmi daerah yang dibiayai APBD karena manfaatnya yang luar biasa bagi masyarakat.

"Saya ingin memulai ini dari niat pribadi sebagai bentuk bakti kepada umat. Sama seperti Rumah Singgah, layanan pick-up gratis, dan mobil antar-jemput pasien yang dulu kita rintis secara mandiri, dengan skala yang lebih kecil, hingga kini menjadi program unggulan daerah. Ke depan layanan bus gratis ini juga saya harapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang lebih melayani," ungkap Bupati Kembang Hartawan, Sabtu 18 April 2026.

Bupati menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi di tahap awal adalah bentuk pengabdian sekaligus sarana untuk menguji efektivitas layanan sebelum nantinya diangkat menjadi kebijakan resmi.

"Kita siapkan dua unit bus dulu. Kita lihat manfaatnya dan bagaimana respon warga. Kalau responnya bagus, ke depan akan kita patenkan menjadi program pemerintah daerah," terangnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved