Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Sentra Tenun Trisna Lestarikan Endek Sidemen, Sekaligus Dukung Pariwisata Desa

Sentra Tenun Trisna di Desa Talibeng, Karangasem, tetap konsisten mempertahankan tradisi tenun endek Bali dengan alat tenun tradisional.

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Istimewa
BERKUNJUNG - Wisatawan saat berkunjung ke Tenun Trisna di Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem belum lama ini. Sentra Tenun Trisna Lestarikan Endek Sidemen, Sekaligus Dukung Pariwisata Desa 

Di sektor produksi, Sentra Tenun Trisna saat ini melibatkan sekitar 35 hingga 40 penenun yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal Desa Talibeng. Dalam sebulan, sentra tersebut mampu menghasilkan sekitar 100 lembar kain endek dengan harga berkisar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per lembar.

Meski proses menenun satu kain dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah hari, tahapan produksi dari benang hingga menjadi kain siap pakai membutuhkan waktu hingga satu bulan.

“Kalau menenunnya saja sekitar satu setengah hari per kain. Tapi proses dari benang sampai siap ditenun cukup panjang. Biasanya kami menyiapkan bahan untuk puluhan kain sekaligus,” katanya.

Baca juga: Dua Pelajar Ditabrak Truk di Simpang Museum Gunarsa Klungkung, Pengemudi Kabur

Suarba mengakui minat generasi muda untuk menjadi penenun saat ini mulai berkurang. Sebagian besar perajin yang aktif merupakan kelompok usia lanjut.

Namun demikian, masih ada sejumlah pelajar yang mulai belajar menenun sepulang sekolah sebagai upaya menjaga keberlanjutan tenun tradisonal tersebut.

Menurutnya, penggunaan alat tenun tradisional tetap dipertahankan karena tidak hanya menghasilkan karakter khas kain tenun ikat, tetapi juga menjadi cara menjaga pengetahuan dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga menilai kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan endek sebagai seragam instansi memberikan dampak positif bagi keberlangsungan industri tenun lokal. 

Permintaan dari berbagai lembaga dan instansi dalam beberapa tahun terakhir disebut mulai kembali meningkat.

“Endek sudah menjadi identitas daerah. Dulu Sidemen dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan endek di Karangasem dan kain endek Sidemen banyak dicari di berbagai pasar tradisional Bali. Karena itu, pelestarian harus terus dilakukan,” ungkapnya.  (mit)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved