Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Longsor di Klungkung

PERTANDA Longsor Dirasakan Kadek Dwi, Tembok Sanggah Roboh Pelinggih Hancur, Bencana di Klungkung

Longsor terjadi sekitar pukul 22.30 WITA, setelah Nusa Penida diguyur hujan deras dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Tribun Bali/ISTIMEWA
EVAKUASI – Petugas bersama warga mengevakuasi material longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Nusa Penida, Klungkung, Selasa (25/2). 

TRIBUN-BALI.COM - Bangunan pelinggih hancur dan sepeda motor tertimbun material longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa (25/2) malam. Tidak hanya itu, bangunan dapur dan WC milik warga juga rusak akibat musibah tersebut.

Longsor terjadi sekitar pukul 22.30 WITA, setelah Nusa Penida diguyur hujan deras dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Malam itu, warga setempat, I Kadek Dwi Putra Yasa menyadari adanya tanda-tanda akan terjadi tanah longsor, karena melihat adanya puing dan runtuhan tanah yang jatuh dari bangunan sanggah milik I Ketut Terima.

Bangunan sanggah itu posisinya berada di atas tebing batu kapur, tepat di atas rumah I Kadek Dwi Putra. 

“Menyadari situasi itu, korban (I Kadek Dwi Putra Yasa) hendak memindahkan sepeda motornya, yang diparkir di bawah bangunan sanggah milik Ketut Terima,” ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Rabu (25/2).

Baca juga: BENGKUNG! Satpol PP Bali Layangkan SP II ke Investor Lift Kaca Kelingking Nusa Penida, Ini Beritanya

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran Hebat di Bangli Ludeskan LPD Cempaga, Kerugian Masih Dihitung!

LONGSOR - Musibah longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Klungkung, Selasa (25/2/2026). Tebing yang longsor hampir menimpa Kadek Dwi yang hendak memindahkan sepeda motor.
LONGSOR - Musibah longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Klungkung, Selasa (25/2/2026). Tebing yang longsor hampir menimpa Kadek Dwi yang hendak memindahkan sepeda motor. (Istimewa)

Ketika hendak memindahkan sepeda motornya, tebing batu kapur hingga tembok bangunan sanggah longsor. Material seperti batu kapur hingga bangunan pelinggih milik Ketut Terima ikut roboh hingga menimbun sepeda motor milik I Ketut Terima yang terparkir di bawahnya.

Sepeda motor Honda Vario 125 itu rusak parah. Selain itu tembok dapur dan kamar mandi Kadek Dwi Putra Yasa juga rusak, terkena material longsor.

“Dalam musibah tersebut tidak sampai ada korban jiwa. Itu dikarenakan korban I Kadek Dwi Putra Yasa berhasil menghindar saat longsor susulan yang lebih besar terjadi,” jelas Iptu Alit Punarwibawa.

Namun musibah itu diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar Rp 225 juta. Bangunan sanggah hingga pelinggih milik I Ketut Terima hancur, kerugian sekitar Rp 125 Juta.

Ditambah kerusakan bangunan rumah, kamar mandi, dan sepeda motor Kadek Dwi Putra Yasa yang rusak tertimbun material longsor diduga alami kerugian materiil sekitar Rp 100 juta.

“Sisa puing material longsor dibersihkan secara gotong royong oleh warga sekitar, dengan bantuan dari Unit Samapta Polsek Nusa Penida dan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ungkap Iptu Alit Punarwibawa.

Sementara itu, di tempat terpisah, atap rumah milik I Nengah Maya asal Banjar Dinas Subagan, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem hancur setelah ditimpa pohon tumbang, Selasa (24/2). Musibah ini membuat bangunan berukuran 9 x 6 meter tersebut, sementara tidak bisa ditinggali.

Kejadian pohon tumbang terjadi sekitar Pukul 15.25 Wita, ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Karangasem. Tiba-tiba saja, pohon tiba-tiba tumbang menimpa bangunan berukuran 9 x 6 meter.

Atap rumah rusak parah, kayu atap hancur, hingga genteng berserakan. Akibat musibah itu, atap rumah yang ditinggali 5 orang warga itu sampai berlubang.

“Kerusakan tergolong sedang pada bagian bangunan rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Data hasil asesmen akan menjadi dasar untuk proses penanganan lanjutan dan pengusulan bantuan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Rabu (25/2).

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang maupun bencana hidrometeorologi lainnya, mengingat cuaca dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Karangasem. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved