Air Bah di Bali
WARGA Tangkas Berharap Dibangun Jembatan, Akses Jalan Kerap Diterjang Air Bah
Padahal di wilayah tersebut, ditinggali sebanyak 135 kepala keluarga (KK) yang aktivitasnya sangat tergantung dengan akses jalan tersebut.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Warga di Desa Tangkas, sangat berharap segera dibangun jembatan permanen menuju ke wilayah Dusun Ambengan yang lokasinya berada di sisi timur aliran Sungai Unda.
Hal itu karena jalan yang menghubungkan wilayah tersebut kerap diterjang air bah dari aliran Sungai Unda, dan sangat berbahaya untuk dilalui.
Seorang warga di Desa Tangkas I Wayan Wirawan, mengaku selalu gelisah setiap kali hujan deras mengguyur. Setiap hujan, dipastikan air bah memutus jalan menuju Dusun Ambengan.
Padahal di wilayah tersebut, ditinggali sebanyak 135 kepala keluarga (KK) yang aktivitasnya sangat tergantung dengan akses jalan tersebut.
Baca juga: PUKAU Penonton Negeri Sakura, Penampilan Jegog Jembrana di Jepang Setelah 10 Tahun Puasa
Baca juga: ORTU Korban Bakal Datang ke Bali, Polisi Periksa Saksi hingga Tempat Makan Terakhir GP
Bahkan beberapa waktu lalu, seorang warga yang membonceng anak kecil terperosok ke dalam sungai karena nekat menerjang arus deras. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan.
"Setiap musim hujan, air bah sangat bahaya dan tidak bisa dilewati. Kami sangat mengharapkan jembatan khusus mobil," ujar Wirawan Rabu (25/2).
Memang selama ini sudah ada jembatan gantung yang menghubungkan wilayah itu, namun sangat kecil dan sempit, hanya dapat dilintasi 1 sepeda motor.
Warga berharap pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah tersebut. Padahal hanya berjarak kurang dari 500 meter, kawasan tersebut menjadi lokasi pembangunan mega proyek Pusat Kebudayaan Bali.
Sementara Perbekel Desa Tangkas I Wayan Tilem mengatakan, pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Tangkas dan wilayan Dusun Ambengan sangat dibutuhkan.
Selain dihuni oleh 135 KK, di kawasan tersebut terdapat beberapa tempat publik seperti Pura Tumpa, Pura Batur, Pura Tangkas, Pura Dadia Panti, Pura Ulun Suwi yang pengemponnya subak Tangkas, dan kuburan warga Desa Tangkas.
"Makanya disaat banjir, sulit untuk ke kuburan, belum lagi setiap lima tahun ada ngaben massal di Desa Tangkas," unkap Tilem, Kamis (26/2).
Sekitar tahun 2023 lalu, pihaknya mengaku sudah sempat mengusulkan pembangunan jembatan ke Pemprov Bali. Namun hingga saat ini usulan itu belum terealisasi.
"Kalau tidak salah tuhun 2023 permohonan jembatan itu diajukan. Tapi sampai sekarang belum terwujud," ungkapnya.
Menurutnya warga sangat mengharapkan dibangunnya jembatan, karena menjadi akses vital masyarakat.
"Di samping itu, di sebelah timur Pura Panti ada embung. Nanti bilamana jembatan itu terwujud, juga bermanfaat akaes jalan menuju embung tersebut," ungkap Tilem. (mit)
| Sudiantara Akui Perjalanan Penuh Kendala, Ogoh-ogoh Terbaik Mulai Berdatangan di Alun-alun Gianyar |
|
|---|
| BALI Beri Kontribusi 55 Persen Bagi Pariwisata Nasional, Rekor Turis Tertinggi 16,3 Juta di 2025! |
|
|---|
| Arti Mimpi Pacaran dengan Orang Tidak Disukai Menurut Primbon Jawa, Aneh tapi Pertanda Penting |
|
|---|
| Pemkab Badung Fasilitasi Bus Tirtayatra untuk Desa Adat |
|
|---|
| Kunci Jawaban Matematika Kelas 6 Halaman 88 dan 92 Kurikulum Merdeka: Latihan 3.2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Situasi-jalan-dari-Desa-Tangkas-menuju-Dusun-Ambengan-yang-tidak-bisa-dilintasi.jpg)