Erupsi Gunung Raung
Reschedule Tak Beres, Penumpang Citilink ke Bali Kecewa
Selain soal buruknya sistem data, Dewi juga mencurigai ada permainan dalam internal pegawai Citilink.
Penulis: mshudaini | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Dewi buru-buru menuju loket check in Citilink di Bandara Juanda, Surabaya.
Sudah pukul 07.00 WIB, satu jam sebelum jadwal penerbangannya ke Denpasar, Bali.
Sudah sehari perjalanannya tertunda akibat penerbangan ke Denpasar di-cancel karena aktivitas Gunung Raung, Rabu 22/07/2015).
Karena cancel, dia melakukan reschedule penerbangan ke jadwal penerbangan Kamis (24/07/2015) pukul 08.00 WIB.
Namun, sesampai di depan loket, petugas yang memeriksa tiket dan kartu identitas menyatakan nama dan kode bookingnya belum terdaftar.
"Padahal saya sudah melakukan reschedule sehari sebelumnya. Petugas jaga meminta saya untuk menunjukkan kode booking saat check ini di jadwal penerbangan yang baru," jelas Dewi yang hendak berangkat bersama suami dan dua anaknya.
Selain soal buruknya sistem data, Dewi juga mencurigai ada permainan dalam internal pegawai Citilink.
"Pasti mereka bermain sendiri. Memasukkan penumpang-penumpang lain dan menggeser penumpang yang sudah melakukan reschedule terlebih dulu. Jangan sampai praktik begini menjadi lumrah. Ini maskapai besar, tapi layanannya mengecewakan," ujarnya dengan nada kecewa.
Yusuf, Manager on Duty Citilink di Bandara Juanda mengatakan bahwa seat untuk penerbangan Citilink ke Denpasar sudah penuh.
"Ya mau gimana lagi, sudah penuh. Kalaupun naik ke pesawat mau duduk di mana? Kalau mau nanti bisa berangkat di jadwal penerbangan pukul 18.00 WIB," ujarnya.
Dewi dan suaminya tak mau.
"Saya mau refund saja. Citilink tak mau bertanggung jawab atas kekeliruan yang dilakukannya sendiri dan merugikan penumpang," ujar Said, suami Dewi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pesawat-citilink_20150622_190322.jpg)