Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

`Mata Elang` Melotot 24 Jam Pantau Denpasar, Seperti Ini Cara Kerjanya

Ketika warga Denpasar sedang tertidur lelap pada tengah malam, bahkan polisi lalu lintas (polantas) pun demikian, ada `mata' yang tetap melotot demi

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang petugas sedang mengamati tayangan live kondisi arus lalu lintas di sejumlah persimpangan di Kota Denpasar lewat layar monitor di ATCS Dinas PErhubungan Denpasar, Bali, Jumat (11/9/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketika warga Denpasar dan daerah-daerah sekitarnya sedang tertidur lelap pada tengah malam, bahkan polisi lalu lintas (polantas) pun demikian, ada `mata` yang tetap melotot demi memperkuat sistem keamanan di ibu kota Provinsi Bali ini.

Ya, dialah kamera CCTV (Closed Circuit Television) atau biasa juga disebut sebagai `si mata elang`, karena perangkat ini mampu menangkap objek di kejauhan seperti mata burung elang yang tajam.

Makin berkembangnya Kota Denpasar diikuti dengan munculnya pusat-pusat keramaian baru.

Ini membuat sistem keamanan di Kota Denpasar, khususnya di jalanan, tidak cukup hanya ditumpukan pada manusia, terutama aparat kepolisian.

(Ada yang Melanggar Parkir Sembarangan di Denpasar? Cukup Ditegur Melalui Speaker)

Apalagi, keramaian itu tak cuma memunculkan kerawanan keamanan, tetapi juga kerumitan dari segi lalu lintas kendaraan.

Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara (Wisman) oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali baru-baru ini menunjukkan bahwa kepadatan dan bahkan kemacetan lalu lintas di Bali menjadi salah-satu penyebab kekurangnyaman wisman untuk tinggal lebih lama di sini.


(Tribun Bali/ Rizal Fanany)

Ada 37 unit CCTV yang terus menyala 24 jam penuh mengawasi kota Denpasar.

Sudah cukup banyak peran dari pelototan `mata elang` ini dalam membantu mengungkap kasus kejahatan, mengurai kepadatan/kemacetan lalu lintas serta melakukan kampanye keselamatan berkendara.

“Ibaratnya, CCTV itu pengaturan dari udara. Sedangkan pengaturan di darat dilakukan langsung oleh petugas Dinas Perhubungan dan polisi lalu lintas yang sedang berjaga,” kata I Wayan Surya Paramadyta, pekan lalu.

Paramadyta adalah Komandan Regu (Danru) ATCS (Area Traffic Control System) yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar.

Di ruang ATCS inilah kendali atas CCTV yang tersebar di berbagai persimpangan jalan di Denpasar dilakukan.

Kontrol CCTV dilakukan oleh tiga regu selama 24 jam secara bergiliran.

Setiap regu diisi oleh 3 sampai 5  personel.

Tugas dari setiap regu selama 24 jam sama saja: melakukan pemantauan sekaligus eksekusi terkait kelalulintasan pada simpang-simpang yang terpantau padat dan macet di seputar Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved