Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bentrok di Lampung

Bupati Klungkung Jamin Perlindungan Warga Nusa Penida di Lampung

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Sabtu (12/3/2016) kemarin, berkoordinasi dengan Bupati Tulang Bawang Barat...

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Yudistirani
Tribun Lampung
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Sabtu (12/3/2016) kemarin, berkoordinasi dengan Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terkait aksi premanisme di Tubaba yang menewaskan 2 orang warga asal Bali.

Yakni Ketut Sartono alias Anggi (35 ) dan Komang Suparta alias Potek (30).

Kedua transmigran itu dikabarkan merupakan warga asal Nusa Penida, Klungkung, Bali, yang tengah menggarap lahan HTI (Hutan Tanaman Industri) di Dusun Terang Agung, Kabupaten Tubaba.

(VIDEO: Bentrok di Lampung Ulah Preman Sandera 2 Warga)

" Saya langsung berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat terkait keadaan warga Bali di sana. Maksud saya menghubungi beliau agar warga Bali di sana mendapatkan pengayoman dari pemerintah setempat. Beliau pun merespon positif dan menjamin perlindungan warga kita di Tulang Bawang Barat," jelas I Nyoman Suwirta saat dihubungi melalui telepon, Minggu (13/3/2016).

Seperti diberitakan Tribun Bali sebelumnya, kelompok preman Irawan Cs menyandera dan kemudian menghabisi Ketut Sartono serta Komang Suparta di posko HTI di Dusun Terang Sakti, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tubaba.

Motif penyanderaan terkait urusan tanah dan pemerasan oleh Irawan Cs.

(Kronologi Komang Suparta Disandera Lalu Dibunuh Preman di Lampung)

"Preman tersebut mengatasnamakan penguasa di sana. Mereka sering melakukan pemalakan terhadap warga di kawasan HTI. Preman kerap minta upeti Rp 3-5 juta kepada penggarap HTI. Karena mungkin  jenuh dengan pungli tersebut, kasus inilah klimaksnya. Saat preman mengukur lahan, mereka didatangi oleh korban dan sempat terjadi cekcok. Saat itulah korban kemudian disandera dan dibunuh," terang Narsono S Ag, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tubaba saat dihubungi Tribun Bali kemarin.

Aksi penyanderaan Ketut Sartono dan Komang Suparta itu diketahui oleh warga Dusun Terang Sakti dan Dusun Tri Mulyo, yang selama ini sudah jengkel pada ulah Irawan Cs.

Kemudian, pada Jumat (11/3/2016) massa gabungan dari kedua dusun yang berjumlah 500 orang melakukan pencarian ke posko HTI di Terang Sakti.

Namun, massa mendapati Ketut Sartono dan Komang Suparta sudah tewas di posko tempat dia disandera.

Di tubuh Ketut ada luka bacokan, sedangkan Komang tewas karena tembakan  di kepala.

Massa pun mengamuk dan mencari para preman yang melakukan penyanderaan.

(‎Bentrok Lampung, Gede Pasek: Tembak di Tempat Saja Preman-Preman Tersebut!)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved