Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Melarat di Pulau Surga

Kasihan, Enam Bersaudara di Buleleng Ini Tidak Bisa Mengenyam Pendidikan

Nengah Sana (6) berlari-lari kecil di halaman rumahnya Banjar Silagading, Desa Gretek, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Senin (4/4/2016).

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Nyoman Darta bersama anak-anaknya di depan rumah sederhananya di Banjar Silagading, Desa Gretek, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Senin (4/4/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nengah Sana (6) berlari-lari kecil di halaman rumahnya Banjar Silagading, Desa Gretek, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Senin (4/4/2016).

Sembari bertelanjang dada dan kaki, anak kelima dari enam bersaudara ini saling berkejaran dengan kakak keempatnya, Komang Ardana (8) dan adik bungsunya Luh Sani (5).

Sesekali ada gelak tawa di antara ketiganya.

Pakaian mereka tampak lusuh, tetapi tidak dengan senyumannya.

Setiap pagi mereka hanya bermain-main di sekitar rumah dan terkadang membantu orangtua bekerja.

Tidak seperti bocah-bocah lain sesusianya yang ketika pagi hari beraktivitas di sekolah, ketiga bocah ini tidak pernah merasakan pendidikan di sekolah.

Nasib ketiganya sama dengan ketiga kakak lainnya yang sama sekali tidak pernah merasakan pendidikan di sekolah sampai usia dewasanya.

Kakak pertama, Nyoman Pastiasih (30) sudah berumahtangga dan memilih untuk tinggal bersama keluarga suaminya di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Begitupula dengan kakak ketiga, Gede Minggu (20) yang milih bekerja serabutan di Kota Singaraja.

Sementara kakak kedua, Ketut Purtini (25) masih tinggal di rumah sederhana mereka.

Pagi itu, gadis itu sedang membantu ibunya, Nengah Kerti (40) merebus ketela di atas tungku dari kayu bakar di dapur.

Ketela rebus itulah yang akan mereka makan selama hari itu.

Biasanya ditambahkan sayur-sayuran agar lebih nikmat.

Di dapur sederhana seluas 4x3 meter setiap harinya keluarga ini biasa memasak umbi-umbian, sayur dan jagung yang diperoleh dari kebun sekitar rumah untuk dimakan.

Dapur itu berdinding tangkai daun kelapa dan beratap daun ilalang dengan beralsakan tanah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved