Berita Gianyar
Persiapan Porprov, Pasar Senggol Gianyar akan Dipindah
Pasar Senggol di GOR Kebo Iwa Gianyar, Bali tak dipungkiri selalu menjadi daya tarik, bahkan bukan hanya masyarakat lokal.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasar Senggol di GOR Kebo Iwa Gianyar, Bali tak dipungkiri selalu menjadi daya tarik, bahkan bukan hanya masyarakat lokal.
Namun wisatawan juga banyak datang ke sana, karena menawarkan harga relatif murah.
Baik di bidang kuliner maupun pakaian bekasnya. Namun demikian, pasar yang dikelola Desa Adat Gianyar ini harus mencari lokasi baru.
Sebab, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, GOR Kebo Iwa milik Pemkab Gianyar ini akan kembali digunakan untuk kepentingan olahraga.
Terlebih lagi, dalam perhelatan para atlet yang berlangsung November 2022 itu, Gianyar ditunjuk menjadi tuan rumah empat Cabang Olahraga (Cabor).
Di antaranya Cabor Kempo, Muathai, Tenis Meja, dan Tarung Derajat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di internal KONI Gianyar, Senin 26 September 2022 pihak KONI Gianyar telah melakukan berbagai upaya untuk mensterilkan GOR Kebo Iwa tersebut.
Satu di antaranya, bersurat ke Bupati Gianyar, Made Mahayastra agar areal GOR disterilkan dari kegiatan pasar senggol.
Hal itu mengacu pada standarisi venue Porprov Bali. Dimana venue tidak boleh ada pembangunan baru dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Kadis Pemuda dan Olahraga Gianyar, Anak Agung Gde Agung saat dikonfirmasi membenarkan bahwa KONI Gianyar telah bersurat ke Bupati Gianyar sejak lama. Bahkan sebelum pergantian Ketua KONI Gianyar digantikan oleh Dewa Alit Mudiarta. Saat ini, pihaknya di Pemkab Gianyar pun masih mencarikan tempat relokasi untuk para pedagang. Setelah itu, mereka akan disterilkan.
"Pemkab Gianyar meminta waktu pada KONi. Namun Bapak Bupati menegaskan saat pelaksanaan Porprov, areal GOR Ciuang Wenara sudah harus steril," ujar Gung De Agung.
Apakah pedagang senggol akan direlokasi ke lahan kosong eks Hardys?
Gung De Agung mengatakan pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, lokasi eks Hardys berada di pusat kota, sehingga diperlukan kajian terkait estetika dan ketertiban umum. Sebab seperti biasa, senggol selalu menarik perhatian berbagai kalangan, sehingga kerap kekurangan lahan parkir. Biasanya kekurangan lahan parkir ini, pihak pengelola menyiasatinya dengan parkir di bahu jalan.
"Lahan aternatifnya memang di lahan eks Hardys yang kini masih kosong. Entah sifatnya akan permanen atau tidak, itu masih dalam kajian," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Senggol-di-GOR-Kebo-Iwa-Gianyar-belum-lama-ini.jpg)