Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Dunia Dalam Ketidakpastian, Diambang Perang Besar Antar Negara Adidaya

Situasi geo politik dan geo strategis berubah dengan cepatnya, dari hari ke jam, bahkan dari jam ke menit.

istimewa
Agus Widjajanto. 

*Utara Kalimantan
- Guam (terletak di Pasifik, teritori AS)

*Selatan Nusa Tenggara
- Darwin (terletak di Australia Utara)
- Pangkalan militer di Filipina (seperti Subic Bay, meskipun tidak langsung di selatan Nusa Tenggara, tapi masih dalam radius strategis)

Pangkalan-pangkalan ini mendukung operasi militer AS di Asia Pasifik dan merupakan bagian dari strategi militer AS di kawasan, terutama terkait dengan Laut Cina Selatan dan Taiwan.

Namun perlu diwaspadai jika targetnya untuk tujuan ekonomi dan politik, bukan mustahil Indonesia juga akan dilirik karena memiliki sumber daya alam melimpah.

Belum lagi di tetangga terdekat kita , bahwa Singapura bisa disebut sebagai basis pangkalan "bayangan" Amerika Serikat karena:

- *Kerja Sama Pertahanan*: Singapura dan AS memiliki kerja sama pertahanan yang erat, termasuk akses ke fasilitas militer Singapura.
- *Fasilitas Militer*: Singapura memiliki fasilitas militer modern yang bisa digunakan AS untuk operasi strategis.
- *Lokasi Strategis*: Singapura terletak di Sel Strait Malaka, jalur laut penting untuk perdagangan global.

Namun, Singapura tetap menjaga kedaulatan dan tidak secara terbuka menjadi pangkalan AS. Kerja sama ini lebih pada basis "bayangan" atau akses strategis

Memang saat ini dalam pertarungan antar negara adidaya terjadi persaingan sengit antara Amerika Serikat dengan China, demi ambisi sebagai penguasa dunia.

Jika terjadi konflik di Laut China Selatan dan perang Taiwan maka, Amerika kemungkinan akan pangkalan terdekatnya di Filipina.

*Cagayan: Pangkalan Angkatan Laut Camilo Osias di Sta Ana dan Bandara Lal-lo, strategis untuk menghadap ke utara ke arah Taiwan.

*Isabela: Camp Melchor Dela Cruz di Gamu, juga strategis untuk menghadap ke Taiwan.

*Palawan: Pangkalan Udara Antonio Bautista dan Pulau Balabac, dekat dengan Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Pangkalan-pangkalan ini dipilih karena lokasinya strategis dan sudah termasuk dalam Perjanjian kerja sama pertahanan yang ditingkatkan (EDCA) antara AS dan Filipina

Dan mau tidak mau karena berada di teras belakang wilayah Indonesia dengan Natuna Utara maka tetap saja berimbas pada Indonesia.

Maka tidak salah apabila dimasa Presiden Prabowo yang sudah dirintis sejak menjabat Menteri Pertahanan, meningkatkan belanja militer dan memperkuat kekuatan militer adalah langkah yang umum dilakukan oleh negara-negara untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar dan posisi strategis di Asia Tenggara, memiliki kebutuhan untuk memperkuat pertahanan nasional.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved