Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mutiara Ramadan

Makna di Balik Ujian Kehidupan dan Buah Kesabaran, Jalan Menuju Derajat Tertinggi

Penderitaan harus sabar. Di dalam kita berbuat kebaikan sabar. Dan juga lebih dari itu adalah ketika mendapatkan musibah.

Tidak Ada
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Denpasar, Drs KH Saifuddin Zaini, M.Pd.I 

Tapi ternyata amal yang ia miliki itu tidak bisa mengantarkan sampai derajat yang Allah sudah gadang-gadang, yang Allah sudah tentukan. Puasanya, salatnya, zakatnya nggak cukup untuk bisa sampai ke derajat yang tinggi itu.

Maka Allah menempuh jalan pintas, yaitu Allah kemudian memberikan ujian kepada orang tersebut. Diuji melalui jasadnya, fi jasadihi, mungkin sakit berkepanjangan. Umurnya sebenarnya masih muda tapi tampilannya sudah seperti orang tua, tenaganya loyo, sudah tidak bisa berbuat banyak. Itu namanya diuji melalui jasadnya.

Al fi malihi, atau melalui hartanya. Harta dicari susah payah tahu-tahu kebakaran, ya misalnya, diambil maling misalnya.

Au fi waladihi, atau orang itu ingin derajatnya sampai tinggi, amalnya nggak cukup, diuji fi waladihi, melalui anaknya. Bapaknya tokoh tapi anaknya keluar masuk penjara, berbuat onar, kan banyak begitu. Bapaknya tokoh tapi anaknya malah perilakunya memalukan. Nabi Nuh kurang apa ya Nabi Nuh.

Tapi orang ini bisa sabar terhadap penderitaan yang ia berikan oleh Allah, maka kesabarannya itulah, maka dia karena bisa berlaku sabar sampailah kepada posisi tinggi yang Allah telah janjikan.

Jadi pemirsa sekalian, kesabaran ini menjadi penting. Bisa jadi memang ujian itu dihamparkan kepada kita agar sifat sabar kita ini kita kuatkan. Itulah yang akan mengantarkan kita sampai posisi yang mulia.

Renungan ini kita jadikan motivasi. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita sekalian.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved