Bali United
Buka Suara Soal Masa Depan, Tangis Johnny Jansen Pecah Teringat Sang Putri di Belanda
Ketika didesak mengenai perombakan tim dan berapa persentase pemain yang akan dipertahankan untuk mengarungi musim depan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Saya sedang berpikir untuk membawa keluarga saya ke sini, itu juga pilihan yang harus kami buat. Ada banyak hal yang harus kami pikirkan," sambungnya.
Atmosfer di ruang konferensi pers mendadak berubah drastis ketika Jansen mulai menceritakan bagaimana beratnya hidup terpisah dari keluarga tercinta demi menukangi Bali United.
Matanya mulai berkaca-kaca saat menyebut nama sang anak.
"Tahun ini keluarga saya datang berlibur, mereka datang ke Bali, mereka sangat menyukainya, tetapi saya merindukan keluarga saya, itu sudah pasti," tuturnya.
"Saya merindukan putri kecil saya. Saya ingin melihat putri saya. Jadi itu sangat penting bagi saya," ucap Jansen.
Keheningan sempat melanda ruangan saat Johnny Jansen tidak mampu lagi membendung emosinya.
Air matanya jatuh ketika ingatan tentang sang putri menyelimuti pikirannya.
Sembari menyeka air mata, pelatih asal Negeri Kincir Angin tersebut meminta maaf kepada para wartawan yang hadir karena telah bersikap emosional.
"Ya, maaf teman-teman, saya menjadi emosional karena ini tentang putri saya. Ya, ini sangat penting bagi saya," ucapnya. (ian)
Sampaikan Terima Kasih ke Media
Mencoba tegar, Pelatih Bali United Johnny Jansen langsung mengalihkan momen tersebut untuk menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen media yang setia mengawal perjalanannya bersama Bali United di sepanjang musim ini.
"Namun saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, untuk laga-laga kandang dan konferensi pers sebelum pertandingan," ujarnya.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang dan kalian yang sering berada di sini. Jadi terima kasih untuk musim ini," imbuh Jansen.
Jansen menambahkan bahwa fokusnya belum sepenuhnya selesai karena masih menyisakan satu laga pamungkas, sebelum akhirnya ia bisa pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu.
"Dan kami masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk dijalani, tetapi jika saya tidak bertemu kalian lagi, kita akan berlibur. Saya tidak tahu apa rencana yang kalian miliki, tapi mudah-mudahan kita bisa saling bertemu lagi musim depan. Terima kasih banyak," pungkasnya. (ian)
Kumpulan Artikel Bali United
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-pelatih-Bali-United-Johnny-Jansen-saat-memantau-jalannya-latihan-skuad-Serdadu.jpg)