Berita Bali
Polemik Kawasan UNESCO Jatiluwih Bali, Adi Wiryatama Sebut Perlu Dicari Solusi
Bupati Tabanan Periode 2000-2010 itu mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO tidak datang dengan mudah.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Saya mengapresiasi kerja Pansus TRAP DPRD Bali. Upaya mempertahankan warisan budaya Jatiluwih harus terus diperkuat," terangnya.
Pihaknya juga khawatir maraknya komersialisasi pariwisata, konflik kepentingan, dan tekanan pembangunan massif yang berpotensi mengubah wajah asli Jatiluwih. (gus)
Tutup 13 Bangunan
Untuk diketahui, Pansus TRAP DPRD Bali menutup 13 bangunan yang melanggar jalur hijau dan sepadan jalan di kawasan Jatiluwih.
Penutupan dilakukan bersana Satpol PP Bali dengan memasangi polpp line di depan bangunan yang melanggar tata ruang Pemkab Tabanan.
Dengan penutupan itu pemilik bangunan dan sejumlah petani mulai protes dengan memasang puluhan seng di pundukan sawah mereka.
Selain itu juga membentangkan plastik sepanjang 40 meter di Jalan Subak Jatiluwih.
Untuk seng sendiri ada 30 seng dipasang di sekitar Warung Sunari yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP, kemudian, di sepanjang jalan subak sisi selatan warung juga ditancapkan 45 seng. (gus)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jatiluwih-dwse.jpg)