Era Baru Ponsel Lipat, Estetika Tinggi & Efisiensi Kerja Dianggap Penting Bagi Masyarakat Urban Bali
Gaya hidup masyarakat urban kini telah menuntut perpaduan antara estetika tinggi dan efisiensi kerja yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hadirnya era ponsel lipat yang menguat di pasar Indonesia awal tahun 2026 ini bukan sekadar menambah daftar panjang pilihan gawai, melainkan menjadi simbol pergeseran gaya hidup masyarakat urban.
Gaya hidup masyarakat urban kini telah menuntut perpaduan antara estetika tinggi dan efisiensi kerja yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).
Fenomena ini menandai era di mana ponsel lipat tidak lagi hanya dipandang sebagai aksesori gaya, tetapi telah bertransformasi menjadi alat penunjang produktivitas yang mumpuni bagi para profesional dengan mobilitas tinggi.
Baca juga: GURU di Klungkung Diminta Kendalikan Penggunaan Gadget di Sekolah, Tekankan Penguatan Karakter!
Perangkat yang baru-baru ini hadir di pasar Indonesia seperti Motorola Razr 60 memberikan penekanan kuat pada performa melalui penggunaan prosesor MediaTek Dimensity 7400X terbaru yang diklaim mampu meningkatkan kinerja AI hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagi masyarakat yang berkecimpung di dunia profesional, penampilan gawai sering kali menjadi cerminan dari personalitas dan profesionalisme mereka.
Hal ini dirasakan langsung oleh I Gusti A Suryandari, seorang wanita berusia 43 tahun asal Denpasar yang sehari-harinya disibukkan dengan urusan di bidang properti dan industri lain.
Menurutnya, desain modern dan material premium yang diusung produsen ponsel di era sekarang memberikan kesan yang sangat berbeda dan jauh lebih bergaya di banding era sebelumnya.
"Kalau menurut saya desain itu penting memadukan modern sama premium. Ada pilihan bahannya juga menggunakan vegan leather atau nilon, jadi lebih terasa beda dan lebih stylish," ungkap Gek Surya, sapaan karibnya saat dijumpai Tribun Bali di Seruput Koffie Denpasar, pada Minggu 1 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa pilihan warna, misal seperti Spring Bud memberikan kesan yang segar dan unik, namun tetap bisa disesuaikan dengan kepribadian masing-masing pengguna untuk menunjang kepercayaan diri saat bertemu klien.
Di tengah tuntutan kerja yang serba cepat, keberadaan layar eksternal interaktif berukuran 3,6 inci seperti yang tersemat pada Razr 60 menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi.
Baca juga: Permudah Cari Gadget, Digiplus Tambah Gerai Tahun Depan
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung tanpa harus selalu membuka layar utama. Gek Surya merasakan kemudahan ini sangat membantu rutinitasnya, terutama saat harus merespons komunikasi bisnis secara cepat di sela-sela kesibukannya.
"Layar eksternalnya cukup membantu, jadi bisa lebih cepat balas chat, lihat jam, cek notifikasi, sampai kontrol musik tanpa harus buka handphone. Jadi bisa lebih praktis sama sederhana," jelasnya.
Kemudahan navigasi ini semakin diperkuat dengan integrasi langsung dengan Google Gemini dan Gemini Live yang dapat diakses melalui layar eksternal tersebut, memungkinkan perencanaan kreatif hingga pemecahan masalah secara instan.
| Dampak Konflik Timur Tengah, Bebek Bengil Bali Bidik Konsumen Domestik, Turun Harga 10-15 Persen |
|
|---|
| TPA Suwung Bali Bukan Untuk Bangun Mal, Koster: Tak Ada Kerja Sama Investor |
|
|---|
| Pelaku Pengeroyok Pengunjung Warung di Buleleng Bali Bukan Satpam Resmi, Kini Diproses Hukum |
|
|---|
| Wabup Badung Hadiri Puncak Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh Kedonganan Bali |
|
|---|
| Bupati Badung Nodya Karya Ngenteg Linggih di Pura Ulun Empelan Subak Aban Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kerja-gunakan-gadget-berteknologi-tinggi-kian-digandrungi.jpg)