TOPIK
Mabes Polri Gerebek Diskotek Akasaka
-
Willy Cs menjalani sidang putusan terkait kasus dugaan pemufakatan jahat dan jual beli ekstasi sebanyak 19 butir ekstasi.
-
Pihak terdakwa berpendapat dakwaan jaksa harus batal demi hukum dan Willy dibebaskan
-
Orang nomor satu di lingkup Polda Bali ini memberikan restu atas penutupan tempat hiburan yang dikaitkan dengan peredaran 19 ribu ekstasi ini.
-
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkot Denpasar mengungkapkan bahwa penerimaan pajak dari diskotek Akasaka Music Club, Denpasar, Bali
-
Pemkot Denpasar hanya bisa menggelar penyegelan diskotek itu, dengan alasan bahwa pencabutan izin memerlukan proses atau harus ada keputusan resmi
-
Kita mencoba membuka aliran dana manager Akasaka saudara AR kaitannya dengan pemilik diskotik Jerry Firmon
-
Pengerebekan kasus narkoba dan penangkapan terhadap manajer diskotek Akasaka ini berawal adanya pengiriman belasan ribu pil ekstasi melalui penerima
-
Jendral bintang satu di pundaknya itu menambahkan, bos Akasaka Jerry Firmon akan menyusul diperiksa.
-
Tempat hiburan malam yang sudah berdiri sejak 20 tahun lebih itu rata-rata menyetor pajak ke Pemkot Denpasar Rp 3,08 miliar atau 10 persen per tahun
-
Dua anak buah Jerry Firmon, yakni chief karaoke Ni Made Sumartini dan General Music Club Putu Mangku Prastiawan diperiksa pada Kamis (8/6/2017)
-
Katanya Akasaka itu tidak tersentuh oleh hukum. Sekarang saya sebagai Kapolda Bali, sekarang kita akan tutup
-
Pemilik Akasaka Music Club yang akrab disapa Jerry akhirnya angkat bicara terkait penggerebekan yang digelar di tempat hiburan malam miliknya.
-
Dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (8/6/2017), bos pemilik saham di Akasaka ini mengaku
-
Jika sampai ekstasi tersebut beredar hanya dalam seminggu saja, berapa jiwa masyarakat Bali yang akan melayang karena ekstasi tersebut.
-
Dua barang bukti tersebut semakin menguatkan dugaan WI sebagai bandar narkoba yang menjadikan Akasaka Club sebagai "tempat operasi".
-
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi kinerja pihak kepolisian
-
Tak langsung ke Polda Bali, anggota gabungan sempat datangi rumah bandar narkoba di Renon Denpasar usai menggerebek Diskotek Akasaka
-
Jika dilihat lebih dalam, tampak puluhan personel bersenjata lengkap berjaga-jaga di area tempat hiburan malam itu
-
Sebuah mobil mini bus dari Direktorat Sabhara nampak berjaga-jaga. Aparat bersenjata lengkap turut siap siaga.
-
Dua hari pasca penangkapan 4 tersangka dengan kepemilikan 19 ribu butir ekstasi, penjagaan masih terus dilakukan oleh Polda Bali.
-
And the club would be close temporary. He claimed they close the place because they are doing investigation through the case.
-
Disinyalir, ia dibekingi oleh orang penting dan aparat apabila mengedarkan narkoba di Akasaka Club
-
Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, menyatakan Polda Bali bisa membuat rekomendasi penutupan Akasaka kepada instansi terkait.
-
Disinyalir, WI dibekingi oleh orang penting dan aparat apabila mengedarkan narkoba di Akasaka Club.
-
Peredaran narkoba di Bali sudah sangat memprihatinkan. Banyak warga Bali bahkan telah menjadi kurir narkoba.
-
Bahkan, bisa jadi kurang dalam dua pekan akan ludes dijual oleh para penggila tripping (halusinasi) itu.
-
Sudikerta menambahkan bahwa seharusnya Akasaka Club tidak menyajikan ekstasi tersebut karena akan merusak moral dan mental anak-anak Bali.
-
Narkoba senilai Rp 9,5 Miliar itu didatangkan dari Jakarta, akan terus menjadi atensi Korps Bhayangkara.
-
Dari penggerebekan tersebut, petugas menangkap empat orang tersangka narkoba yakni WI, DD (38), BL (50), dan IS (48) dengan barang bukti fantastis
-
Sekitar 20 ribu butir ekstasi beredar di Bali pada 2016 lalu dari jaringan Willy dan Bandar di Jakarta