TribunBali/
Home »

Bali

Penggerebekan Rumah Mang Jangol

34 Orang Saksi Diperiksa Kepolisian Dalam Kasus Narkoba Wakil Ketua DPRD Bali Mang Jangol

Saksi-saksi yang telah terkumpul dipastikan akan bertambah jika dibutuhkan dalam penyelidikan.

34 Orang Saksi Diperiksa Kepolisian Dalam Kasus Narkoba Wakil Ketua DPRD Bali Mang Jangol
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa/Istimewa
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menunjukkan barang bukti senjata api yang diamankan dari kamar Mang Jangol di Mapolresta Denpasar, Senin (6/11/2017) kemarin. Selain senjata api, polisi juga mengamankan senjata tajam dan sabu sabu. Inzet: Komang Swastika alias Mang Jangol yang ditetapkan sebagai DPO. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sampai saat ini kepolisian terus mendalami kasus narkoba Wakil Ketua DPRD Bali, I Komang Swastika alias Mang Jangol atau Jro Jango dengan mengumpulkan lebih dari 30 orang saksi.

Puluhan saksi dikumpulkan kepolisian usai penggerebekan rumah anggota dewan di Jalan Pulau Batanta, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Bali tersebut. 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, beberapa saksi sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena terkait dalam kasus kepemilikan sabu dan senjata tajam. 

Baca: Mencengangkan! Mang Jangol Diduga Kabur Melalui Jendela, Benda Yang Tersangkut Ini Bikin Curiga

Baca: Duh! Polisi Temukan Buku Catatan Penjualan Sabu Di Rumah Mang Jangol

"Saat ini ada ada 34 orang saksi, dari 34 saksi kami tetapkan 6 tersangka. Kemudian 28 saksi tidak ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan ini tidak ikut," kata Kombes Pol Hadi Purnomo di Mapolresta Denpasar, kemarin. 

Pihak kepolisian sudah menemukan petunjuk, baik itu data dari barang bukti yang telah dikumpulkan dan keterangan puluhan saksi yang mengarah ke beberapa tersangka tersebut.

Saksi-saksi yang telah terkumpul dipastikan akan bertambah jika dibutuhkan dalam penyelidikan.

Kapolresta Denpasar juga mengatakan, sudah sejak beberepa minggu telah memantau dan mencurigai rumah milik Mang Jangol yang dijadikan tempat jual beli narkoba. 

"Butuh berapa lama informasinya, dari masyarakat sudah lama dan kami juga dapat informasi, langsung kami lanjuti. Setelah itu baru dilaksanakan tugas penggeledahan dan penangkapan pada tanggal 3 November 2017," tutupnya. (*)

Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help