Shortcut Denpasar-Singaraja Akan Dibangun, Ini Sejumlah Harapan dari Sekretaris Komisi III DPRD Bali
Anggota DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana berharap bisa mengurangi kemacetan dan ketimpangan antara Bali Selatan dengan daerah yang lainnya.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Rizki Laelani
Shortcut Denpasar-Singaraja Akan Dibangun, Ini Sejumlah Harapan dari Sekretaris Komisi III DPRD Bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali secara resmi akan membangun jalan pintas (shortcut) Singaraja-Denpasar.
Proses rencana proyek ini berjalan setelah Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan Ground Breaking Paket Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (14/11/2018) lalu.
Menyikapi dibangunnya shortcut tersebut, anggota DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana berharap bisa mengurangi kemacetan dan ketimpangan antara Bali Selatan dengan daerah yang lainnya.
Sekretaris Komisi III ini pun berharap, ketika jalan shortcut ini telah selesai, investor bisa tertarik menanam modal di daerah Bali Utara.
Harapan yang Kariasa ucapkan itu bukan tanpa alasan. Hal itu lantaran sering terlontar jika investor enggan menanam modal karena tak ada infrastruktur yang memadai.
Tahap saat ini sudah dimulai pengerjaan titik 5 dan 6.
Total akan ada sebanyak 10 titik untuk jalan ini, dan anggarannya mencapai Rp 1,3 triliun.
“Ketika ada penyimpangan antara Bali Utara dan Bali Selatan sehingga satu di antara solusinya adalah membangun infrastruktur."
"Dengan infrastruktur inilah, nanti baru mendatangkan invenstor. Karena beberapa investor enggan berinvestasi di Bali Utara ini karena infrastruktur tidak mendukung,” tambah Kariasa.
Politisi PDIP ini menuturkan jarak dari Singaraja-Denpasar ini hanyak 1,5 jam, sehingga bisa memangkas waktu sekitar 2 jam jika menggunakan jalan biasa.
Setelah jalan ini selesai, kedepannya akan disiapkan tata ruang yang detail.
Tentunya, berharap investasi akan masuk sehingga berdampak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Sementara itu, shortcut ini juga disiapkan untuk bandara Buleleng.
Sesuai janji Gubernur Koster, untuk membangun bandara di Buleleng tepatnya di Desa Kubutambahan.
Kariyasa pun sudah memastikan panlok akan ditetapkan pada tahun 2019.
“Panlok 2019 sudah dipastikan. Dengan komunikasi pak gubernur, kementerian, dan presiden sudah akan dibantu. Kalau tidak dibangun bandara baru, target wisatawan tidak bisa dipenuhi,” imbuhnya. (*)