Restoran Minimal 60% Pakai Buah Lokal, Ingatkan Pengusaha Taati Pergub Pemanfaatan Produk Lokal

Dalam peraturan ini, hotel dan restoran wajib mengambil produk pertanian seperti buah minimal 60 persen harus produk lokal

Restoran Minimal 60% Pakai Buah Lokal, Ingatkan Pengusaha Taati Pergub Pemanfaatan Produk Lokal
Tribun Bali/ Rizal Fanany
(Foto Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Seorang peserta mengikuti lomba mengukir buah dalam festival Agribisnis 2015 di Kawasan Monumen Bajrasandhi, Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (19/9/2015). Lomba yang memakai buah lokal pertanian Bali ini bertujuan untuk meningkatkan produk pertanian lokal menyongsong MEA 2015. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali menggencarkan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Dalam peraturan ini, hotel dan restoran wajib mengambil produk pertanian seperti buah minimal 60 persen harus produk lokal.  

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana dalam pemaparannya mengatakan Pergub terdiri dari 14 bab, 37 pasal yang mana mengatur tentang pengguna dan penyedia produk-produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

Sebagai pengguna adalah hotel, restoran, katering, swalayan.

Baca: Jalur Miskin Ditiadakaan di PPDB 2019, Kemendikbud Anggap Surat Mudah Dipalsukan

Baca: Istri Ustaz Maulana Meninggal karena Kanker Usus, Waspada Gejalanya, Ini Cara Mendeteksi Kanker Usus

Sedangkan penyedia adalah petani, kelompok tani, pembudidaya ikan, peternak dan industri lokal kecil.

Ia menjelaskan tujuan dikeluarkannya Pergub untuk memberi kepastian pasar, dan hasil produksi yang berkesinambungan.

Kepastian pasar artinya untuk komoditas-komoditas yang sifatnya musiman, dijamin pada saat panen harganya tidak jatuh karena akan diatur harga jual dari produsen ke konsumen, yaitu 20 persen di atas biaya produksi.

“Maka dari itu harus diatur tentang harga, tata niaga, sistem pembayaran dan sebagainya,” kata Wisnuardhana di Denpasar, Jumat (18/1/2019).

Agar mudah menentukan kualitas, Wisnuardhana meminta Petani untuk melakukan grading (pemilahan) dan penyortiran.

Untuk produk yang berada pada grade I (produk terbaik) agar dipasarkan ke pengguna, seperti hotel, vila dan restoran.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved