Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Bentuk Unit Layanan Terpadu 24 Jam, Gubernur Koster Komitmen Lindungi Wisatawan di Bali

Dalam rapat tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan terhadap wisatawan

Tayang:
ISTIMEWA
SOSOK - Terbaru, Gubernur Koster membeberkan sejumlah usaha kerasnya, menemui kementerian-kementerian di Jakarta, Selasa 2 September 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, gelar Rapat Penertiban dan Perlindungan Wisatawan dan Warga Negara Asing di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/10/2025). 

Dalam rapat tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan terhadap wisatawan dan warga negara asing (WNA) di Pulau Dewata.

Ia menekankan pentingnya manajemen terpadu dalam pelayanan dan perlindungan wisatawan di Bali yang merupakan destinasi wisata dunia. 

Baca juga: Ole Romeny dan Verdonk Siap All Out di Laga Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Kita harus punya sistem yang memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali. Baik di hotel, pantai, gunung, sungai, maupun di perjalanan dari satu titik ke titik lain. Semua harus dikelola secara terpadu,” katanya.

Menurutnya, potensi risiko yang dihadapi wisatawan sangat beragam mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, sakit, hingga bencana alam.

Karena itu, Koster memerintahkan agar segera dibentuk unit layanan terpadu dan posko pelayanan wisatawan di seluruh destinasi wisata Bali yang beroperasi selama 24 jam.

“Posko ini harus terhubung dengan layanan kesehatan, kebencanaan, kepolisian, Pol PP, Basarnas, hingga pihak pariwisata. Di setiap titik wisata wajib tersedia layanan kedaruratan yang bisa dihubungi dengan cepat melalui nomor khusus.

Kita juga akan siapkan aplikasi digital agar semua sistem ini bisa berjalan terintegrasi,” bebernya.

Koster menambahkan, penguatan sistem perlindungan wisatawan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kalau ini bisa kita jalankan, Bali akan semakin dipercaya dan dihormati di mata dunia. Ini bukan sekadar wisata alam, tetapi wisata dengan manajemen yang profesional, SDM unggul, dan teknologi informasi yang modern,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, melaporkan bahwa hingga September 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 5,6 juta orang, dengan Australia, Tiongkok, India, dan Inggris sebagai empat besar asal wisatawan.

Sumarjaya juga mengungkapkan bahwa penanganan terhadap WNA di Bali dilakukan secara seimbang antara perlindungan dan penegakan hukum. 

“WNA yang baik kita lindungi, yang melanggar kita tindak. Sepanjang 2025 sudah ada 1.185 tindakan keimigrasian dan 406 deportasi. Selain itu, tercatat 144 kasus di mana WNA menjadi korban, sebagian besar terkait kecelakaan dan tindak kekerasan,” paparnya. (sar)

Baca juga: NYARIS Berkelahi 3 Pemuda Akibat Terpengaruh Alkohol, Berhasil Didamaikan Polsek Ubud Gianyar

Masih Menghadapi Sejumlah Tantangan

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya mengatakan, perlindungan terhadap wisatawan di Bali masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya staf keamanan di usaha pariwisata, belum optimalnya fasilitas kesehatan darurat, dan kurangnya kerja sama dengan penyedia asuransi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved