Dugaan Korupsi Dana Santunan Kematian, Empat Kaling di Jembrana Masih Diperiksa

Empat orang ini masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana santunan kematian ini, selain itu ada juga Kaur Pemerintahan Desa Baluk

Dugaan Korupsi Dana Santunan Kematian, Empat Kaling di Jembrana Masih Diperiksa
KOMPAS.com
ilustrasi korupsi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - I Dewa Ketut Artawan (52), Klian Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Melaya dan I Gede Astawa (48), Klian Banjar Munduk Ranti Desa Tukadaya, Melaya, telah ditahan.

Mereka terjerat kasus dugaan korupsi dana santunan kematian dengan modus mencatatkan orang hidup ke dalam berkas santunan kematian.

Kasus ini masih dalam pengembangan. Sebab diduga melibatkan aparat desa lainnya.

Baca: Dugaan Korupsi Santunan Kematian di Jembrana, Orang Hidup Dilaporkan Meninggal

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, empat aparatur desa tersebut yakni Kepala Lingkungan Kelurahan Gilimanuk, Kepala Lingkungan Asih, Kepala Lingkungan Asri, dan Kepala Lingkungan Jineng Agung.

Empat orang ini masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana santunan kematian ini. Selain itu ada juga Kaur Pemerintahan Desa Baluk.

Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Sooai menyatakan, empat aparatur desa itu masih terus diperiksa.

"Kasus ini masih lanjut. Masih kami periksa," ujar AKP Yusak kepada Tribun Bali.

Empat aparatur desa ini kabarnya dahulu juga terlibat kasus korupsi dana santunan kematian.

Namun mereka disebut-sebut sudah mengembalikan uang yang merugikan negara ratusan juta rupiah tersebut.

"Kalau itu nanti saja menunggu pemeriksaan. Nanti ya hasil pemeriksaannya," kata dia.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved