Kronologi Bayi Dibuang di Pinggir Bypass Kusamba Hingga Dirubung Semut, Kini Kondisinya Sehat

Penampilannya pagi itu tampak agak lusuh. Ia sengaja terburu-buru menuju Puskesmas untuk melihat bayi yang ditemukan warga tergeletak di pinggiran

Kronologi Bayi Dibuang di Pinggir Bypass Kusamba Hingga Dirubung Semut, Kini Kondisinya Sehat
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang bayi laki-laki yang ditemukan warga di Bypass Kusamba, Klungkung, Senin (4/1/2019) ketika mendapat perawatan di Puskesmas Dawan II. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Made Rusmini (40) sedang duduk menanti di ruang tunggu Puskesmas Dawan II, Klungkung, Senin (4/2).

Penampilannya pagi itu tampak agak lusuh. Ia sengaja terburu-buru menuju Puskesmas untuk melihat bayi yang ditemukan warga tergeletak di pinggiran ruas jalan Bypass Kusamba.

Ia sangat berharap dapat mengadopsi bayi yang sengaja dibuang oleh orang tuanya di pinggiran jalan raya tersebut

"Kalau diizinkan, saya mau mengadopsi anak itu. Saya sembilan tahun sudah menikah, belum dikaruniai anak," ungkap Rusmini yang terus menanti agar diizinkan melihat bayi laki-laki itu

Tidak berselang lama, warga lain juga berdatangan ke Puskesmas Dawan II. Mereka juga ingin melihat dan mengadopsi bayi tersebut. Bahkan seorang petugas kepolisian dari Polsek Dawan, I Ketut Alit Mahardika, juga berusaha untuk dapat mengadopsinya

"Tega sekali orang tuanya. Kalau diizinkan, saya mau mengadopsinya. Kasian sekali," terang Ni Putu Adnyani yang juga ditemui di depan Puskesmas Dawan II

Penemuan bayi laki-laki dalam keadaan selamat di pinggir jalan Bypass Kusamba tersebut, memang mendapat simpati masyarakat. Terlebih beberapa bulan sebelumnya, Klungkung juga dihebohkan dengan penemuan dua kali jenazah bayi.

Bayi laki-laki itu pertama kali diketahui oleh I Nengah Garnita (54), petani yang kerap beraktivitas di sekitar tempat kejadian penemuan bayi itu. 

"Kejadiannya sekitar pukul 08.30 Wita. Ketika itu pak Gar (Garnita) mendengar tangisan. Setelah dia menuju ke arah asal tangisan, dilihatnya ternyata ada seorang bayi di sana. Dia langsung menghampiri saya, karena takut mengambil bayi itu," ungkap Ni Ketut Sunarsih, warga di sekitar TKP. 

Sunarsih yang ikut melihat bayi itu ketika pertama kali ditemukan menjelaskan, bayi itu ditemukan tergeletak rapi di bawah pohon dan dekat dengan tiang telepon. Bayi laki-laki itu hanya berselimut handuk dan setengah tubuhnya dari kaki hingga badan dimasukan ke tas spoonbond.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved