Tak Selalu Orang Gemuk, Orang Kurus Juga Bisa Terserang Kolesterol Tinggi

Kegemukan selalu dikaitkan dengan banyaknya lemak, orang yang kurus atau secara postur ideal pun ternyata bisa mengidap penyakit yang satu ini

Editor: Widyartha Suryawan
net/ilustrasi
sakit-06-01 

TRIBUN-BALI.COM - Kegemukan atau obesitas menjadi momok bagi sebagian besar dari kita. Selain faktor penampilan yang kurang menarik, kegemukan menjadi faktor risiko munculnya banyak penyakit.

Kegemukan selalu dikaitkan dengan banyaknya lemak. 

Namun tahukah Anda bahwa kadar lemak yang tinggi bukan hanya menyerang orang gemuk?

Orang yang kurus atau secara postur ideal pun ternyata bisa mengidap penyakit yang satu ini.

Orang-orang menyebutnya kolesterol tinggi, padahal yang terjadi adalah ketidak-seimbangan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat. Penyakit ini disebut dislipidemia. Apa itu dislipidemia?

Sebelum kita berbicara tentang dislipidemia, kita harus mengenal jenis lemak di tubuh kita, antara lain:

- LDL (low-density lipoprotein atau kolesterol jahat),

- HDL (high-density lipoprotein atau kolesterol baik),

- trigliserida (hasil kelebihan konsumsi karbohidrat yang diubah menjadi lemak), dan

- kolesterol total (akumulasi ketiga jenis kolesterol).

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan jenis lemak dalam plasma darah.

Kelainan jenis lemak yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta penurunan kadar kolesterol HDL.

Jadi, 3 hal ini yang terjadi ketika seseorang menderita dislipidemia, bukan hanya kolesterol tinggi semata.

Kadar lemak dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Biasanya seseorang disarankan berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan ini. Lamanya puasa 10-12 jam.

Faktor yang mempengaruhi kadar lemak antara lain:

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved