Tak Selalu Orang Gemuk, Orang Kurus Juga Bisa Terserang Kolesterol Tinggi

Kegemukan selalu dikaitkan dengan banyaknya lemak, orang yang kurus atau secara postur ideal pun ternyata bisa mengidap penyakit yang satu ini

Editor: Widyartha Suryawan
net/ilustrasi
sakit-06-01 

1. Genetik
Faktor ini memiliki peranan paling penting untuk menentukan kadar kolesterol total seseorang. Kadar kolesterol seseorang dapat rendah atau tinggi sesuai kondisi genetiknya.

Kondisi genetik ini sangat banyak, di antaranya hiperkolesterolemia familial, defisiensi lipoprotein lipase familial, dan defisiensi lipase hepatik.

2. Usia
Semakin bertambahnya usia, fungsi organ akan menurun pula. Fungsi organ yang menurun akan mempengaruhi proses metabolisme kolesterol seseorang.

3. Gaya hidup
Makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol merupakan contoh perilaku yang secara bermakna mempengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Semakin sering melakukan hal tersebut, maka kadar kolesterol pun dapat meningkat tajam.

4. Obat anti-kolesterol
Penggunaan obat antikolesterol seperti simvastatin tentu akan mempengaruhi kadar kolesterol darah seseorang.

Simvastatin menurunkan kadar kolesterol melalui penghambatan dalam sintesis atau produksi kolesterol.

Gejala dislipidemia
Dislipidemia biasanya tidak menunjukkan gejala, apalagi bila postur orang tersebut terlihat kurus atau ideal.

Namun, ada beberapa gejala yang walaupun tidak begitu khas, namun sering ditemukan pada penderita dislipidemia, seperti nyeri perut, pusing, nyeri dada, sesak napas, nyeri kepala terutama di tengkuk, penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis, dan nyeri betis bila berjalan.

Bagaimana mengatasi dislipidemia?

Bila Anda terlanjur memiliki kadar lemak darah di atas normal, jangan berkecil hati.

Selain konsumsi obat anti-kolesterol, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencapai kadar lemak ideal.

1. Mengatur asupan makan alias diet
Batasi asupan lemak trans seperti makanan yang digoreng, biskuit asin (crackers), kue kering manis (cookies), roti, dan donat.

Batasi konsumsi karbohidrat hingga kurang dari 60% dari menu sehari-hari.

Makanan seperti nasi, mie, dan pasta dapat meningkatkan trigliserida, karena kelebihan gula akan diubah menjadi lemak jenis ini.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved