Wirawan Cs Dikukuhkan Sebagai Pengurus Yayasan Dwijendra
Kepengurusan Yayasan Dwijendra yang dinakhodai Dr Ketut Wirawan SH, Mhum akhirnya resmi dikukuhkan
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah melewati persoalan pelik, melelahkan, menguras tenaga dan pikiran, Kepengurusan Yayasan Dwijendra yang dinakhodai Dr Ketut Wirawan SH, Mhum akhirnya resmi dikukuhkan.
Pengukuhan langsung dilakukan oleh Dewan Pembina di Auditorium Kampus Dwijendra, Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.
Pengukuhan Wirawan Cs juga diketahui secara resmi terdaftar di Kemenkumham.
Selasa kemarin suasana Kampus Dwijendra terasa hening.
Suara genta mengalun dari Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari yang saat walaka bernama Ida Bagus Gede Wiyana, yang tak lain Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra, cucu dari salah satu pendiri Dwijendra Ida Bagus Ngurah Gede.
Baca: Polresta Denpasar Amankan Iszak dengan Barang Bukti 0,16 Gram Sabu
Baca: Al Ghazali Akhirnya Datangi Rutan Medaeng Dengan Kopiah Dan T-Shirt ‘My Hero’
Selain prosesi upacara oleh Ida Pedanda Wayahan, ada juga ritual yang dilaksanakan oleh Panglingsir Puri Kesiman AA Ngurah Gede Kusuma Wardana atau akrab disapa Turah Kesiman.
Acara diawali dengan mecaru, mejaya-jaya dan diakhiri dengan pengukuhan.
Tampak hadir juga Rektor Dwijendra Dr Putu Dyatmikawati.
Sedangkan suaminya, mantan Ketua Yayasan Dwijendra Made Sumitra Candra Jaya, tidak hadir karena sedang ada di luar kota.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Dwijendra Ida Bagus Erwin Ranawijaya, dr Ketut Karlota, Nyoman Satya Negara, Made Bagus Dicky Arya Brahmantya, Nyoman Diane dan Putu Dyatmikawati.
Baca: Sambut HUT Kota Denpasar dengan Donor Darah, Serikat Pekerja Pariwisata Sumbang 150 Kantong Darah
Baca: Banyuwangi Masuk Kandidat Peraih Parasamya Purnakarya Nugraha
Sedangkan para Pengurus Yayasan yang dikukuhkan adalah Ketua Pengurus Yayasan Ketut Wirawan, IB Bayu Brahmantya, Ketut Widia dan Sunu Waluyo.
Sementara jajaran pengawas, Ketua Pengawas Eriec Raditya Wiswamitra, I Made Kamajaya, I Wayan Astawa Jaya, Luh Bedji dan Agung Satria Wibawa Taira.
Ida Bagus Erwin Ranawijaya dalam sambutan menyampaikan, meski diterpa masalah, akhirnya Dwijendra bisa menyelesaikan dengan damai.
Berdasarkan penerimaan perubahan pemberitahuan anggaran dasar dan data Yayasan Dwijendra nomor AHU-AH.01.06.003792, sudah terdaftar jajaran Pengurus dan Pengawas yang baru di Kementerian Hukum dan HAM.
“Semoga segala harapan untuk kemajuan Yayasan Dwijendra ke depan bisa dicapai,” kata Erwin melalui siaran pers yang diterima tribun-bali.com, Rabu (20/2/2019) kemarin.
Baca: Puluhan Kamar Kos di Suwung Kauh Ludes Terbakar, Lisyanto Rasakan Pertanda Aneh : Semua Sudah Habis
Baca: Begini Suasana Melasti di Gunungkidul, Yogyakarta
Tak hanya itu, sejarah Yayasan Dwijendra sebagai Yayasan Hindu pertama di Bali sudah berdiri sejak tahun 1953 silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengukuhan-wirawan-cs-oleh-dewan-pembina-yayasan-dwijendra.jpg)