51 Orang Bersaing Menjadi P3K di Badung, Wabup dan ORI Tinjau Pelaksanaan Tes CAT

Sebanyak 51 orang dengan rincian 20 orang dari penyuluh pertanian dan 31 orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) Guru bersaing untuk menjadi P3K

51 Orang Bersaing Menjadi P3K di Badung, Wabup dan ORI Tinjau Pelaksanaan Tes CAT
Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Badung
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa disela-sela peninjauan Pelaksanaan Tes CAT P3K di SMAN 1 Kuta Utara, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebanyak 51 orang dengan rincian 20 orang dari penyuluh pertanian dan 31 orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) Guru bersaing untuk menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Badung.

Persaingan ini melalui tes dengan menggunakan komputer yang sering disebut dengan Computer Assisted Tes atau CAT

Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Kuta Utara, Sabtu (23/2/2019).

Baca: Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pegawai Negeri Dharma Wiguna, Sebut Pencapaian Rp 1,762 Miliar

Baca: Tim Pemenangan Jokowi-Amin Kota Denpasar Optimis Raih 80 Persen Suara

Pelaksanaan Tes CAT P3K di SMAN 1 Kuta Utara ini menjadi perhatian khusus dari Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa disela-sela peninjauan Pelaksanaan Tes CAT P3K menyampaikan, peninjauan ini adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan tes.

“Kami ingin melihat langsung tahapan prosedur persyaratan administrasi serta untuk memastikan pelaksanaan CAT ini sudah berjalan sesuai dengan standar Tes CAT. Ternyata pelaksanaan Tes CAT yang pertama kali di Badung ini sudah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Keterbukaan ini salah satunya sudah ditunjukkan dengan menampilkan hasil atau nilai dari peserta Tes CAT pada layar monitor yang terpasang di depan ruangan panitia,” ungkapnya.

Baca: Korsik Siap Tampil di Upacara HUT Ke 231 Kota Denpasar, Akan Bawakan 5 Lagu

Baca: Pecatu dan Kutuh Bakal jadi Kampung Bola Internasional

Sementara itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, dari pantauan dikatakan persyaratan administrasi peserta sudah diperiksa secara ketat sehingga tidak memungkinkan adanya peserta berbeda dengan yang tercatat.

“Standar pelaksanaan CAT sudah dilaksanakan dengan baik oleh Badung. Seyogyanya ke depannya P3K bukan hanya dari dua sektor pertanian dan guru melainkan juga sektor lainnya,” sarannya

Ketua Panitia tes CAT P3K I Gede Wijaya yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung menyampaikan P3K ini merupakan langkah yang dilakukan pusat untuk melengkapi kekurangan tenaga PNS, serta sikap serius pemerintah untuk mengatasi persoalan tenaga honorer K2 di Indonesia.

Baca: Majukan Sektor UMKM, GOJEK dan GO-PAY Jalin Kersama Strategis dengan Pemkot Denpasar

Baca: 500 Orang dari 30 Komunitas Motor Unjuk Kebolehan Lakukan Free Style di Terminal Ubung

“Ke-51 peserta tes CAT ini merupakan peserta yang telah lolos verifikasi administrasi yang dilakukan pusat berdasarkan database pegawai honorer yang sudah terekam oleh BKN tahun 2013. Dan sekarang mereka mengikuti tes CAT dengan materi tes kompetensi dengan waktu 100 menit dan tes wawancara berbasis komputer selama 20 menit. Untuk kelulusan adalah berdasarkan passing grade yang telah ditentukan pusat,” paparnya.

Turut hadir dalam pelaksanaan Tes CAT P3K di SMAN 1 Kuta Utara Kabag umum Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Yulis Nur beserta staf, Kepala Seksi Pemanfaatan Teknologi Informasi BKN Regional X Rama Beta H., Inspektur Kabupaten Badung, Luh Suryaniti, Dirut Rumah Sakit Mangusada, dr. Gunarta, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Sekcam Kuta Utara, Putu Eka Permana dan Kasubag Dokumentasi dan Peliputan Bagian Humas Setda Badung IB Krisna Dwipayana.(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved