Hari Raya Nyepi

Festival Ogoh-Ogoh yang Digelar ST Yuda Asmara Tekankan Peserta untuk Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Festival ogoh-ogoh mini ke-2 tahun 2019 digelar oleh ST Yuda Asmara Banjar Sawa, Pedungan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1941.

Festival Ogoh-Ogoh yang Digelar ST Yuda Asmara Tekankan Peserta untuk Gunakan Bahan Ramah Lingkungan
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram tengah melihat ogoh-ogoh mini yang dilombakan dalam festival ogoh-ogoh mini ke-2 di Balai Banjar Sawah, Pedungan, Denpasar, Bali, Sabtu (2/3/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Festival ogoh-ogoh mini ke-2 tahun 2019 digelar oleh ST Yuda Asmara Banjar Sawa, Pedungan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1941.

Sebanyak 57 ogoh-ogoh mini mengikuti festival ogoh-ogoh mini ke-2 dengan kriteria modern dan ramah lingkungan yang digelar di Balai Banjar Sawa, Pedungan, Denpasar, Bali, Sabtu (2/3/2019) siang.

Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh mini ke-2, I Made Sulaksana menuturkan festival ogoh-ogoh mini digelar yakni dengan tujuan untuk melestarikan budaya Bali.

"Tujuan acara ini yaitu supaya tradisi kita di Bali tidak termakan oleh budaya luar dan dan biar tak kalah sama politik kita harus lawan politik demi melestarikan budaya Bali. Saya harap ke depannya supaya generasi penerus itu bisa meneruskan membuat festival seperti ini" ucapnya kepada Tribun Bali, Sabtu (2/3/2019).

Kategori ogoh-ogoh mini ramah lingkungan diambil karena ingin menekankan pada peserta festival untuk berkreasi dengan bahan-bahan daur ulang atau ramah lingkungan.

Baca: 8 Fakta Nyepi yang Jarang Diketahui, Mulai dari Pantangan hingga Promo Hotel Murah

Baca: Sambut Nyepi, Putu Nanda Senang Pikul Ogoh-Ogoh Mini dalam Pawai Ogoh-Ogoh PAUD se-Kota Denpasar

Baca: Tiga Menu Baru McDonalds Wajib Dicoba, Harganya di Bawah Rp 20 Ribu, Cocok Bagi Pencinta Pedas

"Bedanya dengan tahun lalu kita hanya membuat lomba ogoh-ogoh mini saja. Tema ramah lingkungan karena di sini semua dan seluruh seniman-seniman di Bali menekankan untuk memakai dan berkreasi menggunakan bahan-bahan daur ulang atau ramah lingkungan. Bahan dari sterofoam bisa berkurang," ungkapnya.

Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram menyebutkan festival ogoh-ogoh mini menjadi salah satu dari pelaksanaan misi Kota Denpasar yakni berwawasan budaya.

"Festival ogoh-ogoh mini yang dilaksanakan Seka Teruna Yuda Asmara merupakan salah satu kegiatan untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Kegiatan ini merupakan salah satu kreativitas anak muda. Kami dari pemerintah kota Denpasar sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ini merupakan salah satu dari pada pelaksanaan misi Kota Denpasar berwawasan budaya," ucapnya.

Selain itu, 57 ogoh-ogoh mini yang ikut serta dalam festival ogoh-ogoh mini ke-2 ini juga diperlombakan.

Memperebutkan piala, uang tunai dan piagam untuk juara 1, 2 dan 3 untuk kategori ramah lingkungan dan modern, 1 juara favorit dan piala bergilir. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved