Hari Raya Nyepi

Jelang Hari Raya Nyepi, Wisatawan Mancanegara Meningkat 17 persen

Kepala Dinas Pariwisata Badung,I Made Badra menjelaskan, jika dibandingkan dari tahun lalu, tahun ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat

Jelang Hari Raya Nyepi, Wisatawan Mancanegara Meningkat 17 persen
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Beberapa wisatawan tampak hanya berjemur di sepanjang Pantai Kuta karena ombak dan gelombang tinggi tidak memungkinkan untuk beraktivitas di perairan, Rabu (25/7/2018). (ilustrasi) 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra menjelaskan, jika dibandingkan dari tahun lalu, tahun ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat sebanyak 17 persen jelang Nyepi.

Harga tiket pesawat yang mahal ternyata tidak berdampak bagi wisatawan yang hendak melakukan kunjungan ke Bali.

"Terkait tiket pesawat yang mahal, tidak  sangat berpengaruh, karena harga tiket mancanegara sudah dipatok secara internasional. Jadi tidak bisa naik turunkan harga," ujarnya saat dihubungi Tribun Bali melalui telepon seluler, Senin (4/3/2019).

Ia menyatakan, kondisi ini berbeda untuk wisatawan domestik, dengan kondisi harga tiket pesawat yang mahal menjelang Nyepi terjadi penurunan yang sangat drastis.

"Banyak berkurang. Kita lihat pantauan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kunjungan domestik sangat turun. Ya kan kalau domestik memang ada komponen biaya terkait avtur naik 30 persen, ground handling 20 persen, kemudian sewa pesawat lagi. Jadi banyak komponen yang naik.Tapi saya lihat wisatawan domestik lebih memilih melalui darat," ungkapnya.

Ketua ASITA Bali, I Ketut Ardana saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya peningkatan wisatawan mancanegara saat Nyepi.

Baca: Nyepi Tahun 2019, Tol Bali Mandara Tutup Selama 32 Jam, Simak Jam Operasionalnya 

Baca: Lima Puskesmas Rawat Inap di Tabanan Siaga Saat Nyepi, BRSU Persiapkan Eksternal dan Internal

Baca: Rapat Koordinasi Jelang Hari Raya Nyepi, Polres Klungkung Turunkan 283 Personel Pengamanan

Hal tersebut disebabkan karena perayaan Nyepi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

"Saya belum berani menjawab berkurang atau gimana ya. Yang jelas Nyepi itu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan mancanegara, apalagi pada Hari Ngerupuk saat dilangsungkan parade ogoh-ogoh sehari sebelum Nyepi, juga menjadi daya tarik yang luar biasa," ujarnya.

Ia mengungkapkan, permasalahan yang terjadi adalah harga tiket pesawat yang mahal.

"Sekarang ini adalah issue harga tiket mahal, tidak hanya full service airlines tp juga LCC. Sebelumnya masyarakat domestik mau berpergian sangat mudah dan nyaman, karena terbantu oleh harga tiket pesawat yang sangat terjangkau, kalau sekarang dirasakan  kemahalan," tambahnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved