Kapolresta Denpasar Ajak Pengurus Masjid Jaga Kondusifitas & Sukseskan Pemilu 2019

Kegiatan silaturahmi ini mengundang takmir, pengurus, pimpinan masjid dan musala di Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan sebanyak 100 orang

Kapolresta Denpasar Ajak Pengurus Masjid Jaga Kondusifitas & Sukseskan Pemilu 2019
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan berfoto bersama dengan takmir masjid se-kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan pada Sabtu (9/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mendukung jalannya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 yang tinggal 40 hari lagi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengadakan pertemuan di Gedung Pesat Gatra Lantai 3, Mapolresta Denpasar pada Sabtu (9/3/2019).

Kegiatan silaturahmi ini mengundang takmir, pengurus, pimpinan masjid dan musala di Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan sebanyak 100 orang.

Hal itu dilakukan untuk mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman, nyaman dan tenteram.

"Kami adakan silaturahmi Kamtibmas Polresta Denpasar bersama para takmir, pengurus, dan pemimpin masjid se-Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan,"

Baca: Truk Kelebihan Muatan Mogok di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Kemacetan Panjang Terjadi Selama 10 Jam

Baca: Joni Agung & Double T Bawakan 15 Lagu di Festival Omed-omedan 2019

"Tujuannya untuk mewujudkan lingkungan dakwah yang kondusif dalam menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan kepada agama lainnya," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan pada Sabtu (9/3/2019).

Pertemuan ini dilanjutkan Kombes Pol Ruddi Setiawan untuk memohon mendukung dan bersama-sama menjaga keamanan.

Serta menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polresta Denpasar pada Pemilu yang jatuh pada tanggal 17 April 2019.

Kapolresta Denpasar juga mengarahkan agar masjid bisa dijadikan tempat untuk ibadah dan tidak digunakan untuk ajang politik praktis.

Baca: Lestarikan Tradisi, Honda Untuk Bali Konsisten Dukung Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2019

Baca: Tindak Tegas Pelanggar, Rai Mantra: Penggunaan Sound System Sudah di Luar Jalur

"Masjid adalah tempat untuk beribadah, sehingga tidak boleh diturunkan menjadi ajang perebutan kekuasaan politik praktis atau adanya kampanye terselubung. Agar ibadah tetap nyaman dan tenang," katanya.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved