Truk Kelebihan Muatan Mogok di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Kemacetan Panjang Terjadi Selama 10 Jam

Kemacetan panjang terjadi di jalur Gilimanuk-Denpasar akibat truk bermuatan besi kelebihan muatan mogok

Truk Kelebihan Muatan Mogok di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Kemacetan Panjang Terjadi Selama 10 Jam
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Proses evakuasi truk mogok di Banjar Lumajang, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, Sabtu (9/3/2019). Truk kelebihan muatan tersebut diketahui mengangkut besi dan snack. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kemacetan panjang terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk akibat truk bermuatan besi kelebihan muatan mogok, tepatnya di Banjar Lumajang, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, Sabtu (9/3/2019).

Berdasarkan data yang Tribun Bali himpun, diketahui truk bermuatan besi tower sebanyak 12 ton dan snack sebanyak 1 ton dari Surabaya tersebut hendak menuju Denpasar.

Kapolres Tabanan, AKBP I Made Sinar Subawa menuturkan, kemacetan sudah berlangsung selama 10 jam mulai Sabtu (9/3/2019) dini hari pukul 04.00 Wita.

Baca: Polres Badung Amankan Kegiatan Kamping Anak SD Se-Bali di Pondok Jaka Sangeh

Baca: Intip Sejarahnya, Mengapa Tanggal 9 Maret Ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional

"Sekarang sedang upaya evakuasi truk yang mogok karena tidak kuat menaiki tanjakan karena bebannya melebihi kapasitas normal 7 ton tetapi ini bermuatan 13 ton,"

"Pada saat di tanjakan ini mundur, dibelokkan oleh supirnya sehingga tidak meluncur," ungkapnya.

Pihaknya juga menyebutkan pada pukul 08.00 Wita terjadi peningkatan jumlah kendaraan sehingga menyebabkan antrean cukup panjang.

Baca: Peduli Kasih Lion Air Care, Beri Donasi untuk Panti Asuhan Asuhan Tat Twam Asi Renon

Baca: Serda Siswanto Bayu Berencana Menikah, Sang Ayah: Namun, Sang Khalik Telanjur Menjemputnya

Dari arah barat terjadi kemacetan sejauh 14 kilometer sedangkan dari arah timur terjadi kemacetan sejauh 5 kilometer.

Kemacetan dari arah barat sejauh 14 kilometer terjadi mulai dari Desa Antosari, Selemadeg, Tabanan.

Sedangkan dari arah timur sejauh 5 kilometer kemacetan terjadi mulai dari Desa Gerokgak, Tabanan.

Sebanyak 3 mobil derek diterjunkan untuk proses evakuasi.

Baca: Potensi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Denpasar Imbau Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Baca: Bersih-bersih di Pantai Biaung, Sampah Sedotan Plastik Masih Mendominasi

"Kami mohon maaf kepada masyarakat adanya kendala ini. Kami dari Kepolisian Tabanan sudah berusaha mengevakuasi dengan mendatangkan 3 mobil derek. Saat ini sedang diperbaiki ampas koplingnya habis, remnya blong. Sedang diupayakan dulu, setelah itu nanti diupayakan akan ditarik oleh 3 mobil derek ini," jelasnya.

Ia berharap kerja sama dari Dishub agar menghentikan kendaraan kelebihan muatan sejak berada di Jembrana.

"Harapan kami seharusnya dari Dishub kendaraan-kendaraan yang melebihi kapasitas harusnya dari Jembrana sudah dihentikan, kemudian diturunkan, bila perlu dikandangkan. Agar kendaraan yang melalui jalur Denpasar-Gilimanuk bisa sesuai dengan muatan," harapnya.

Pihak Kepolisian saat ini menerapkan sistem buka tutup jalur Denpasar-Gilimanuk.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved