Gunung Agung Terkini

BREAKING NEWS: Gunung Agung Kembali Erupsi Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Ini Videonya

BREAKING NEWS: Gunung Agung Kembali Erupsi Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Ini Videonya

BREAKING NEWS: Gunung Agung Kembali Erupsi Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Ini Videonya
NET
Gunung Agung Erupsi Terkini 

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Gunung Agung kembali mengalami erupsi, berdasarkan laporan Magma Ven (Volcanic Eruption Notice) PVMBG tercatat telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada tanggal 15 Maret 2019 terjadi erupsi pukul 18:27 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 4.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi ± 1 menit 23 detik.

Baca: Profil Pelaku Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru Terungkap, Ditemukan 37 Lembar Manifesto

Baca: Warga Sekitar Sungai di Gatsu Denpasar Heboh, Saksi: Biasanya Tangan Berhenti, Tapi Ini Beda

Baca: Mayat Wanita Tiba-tiba Bangun Saat akan Dibawa ke Kamar Jenazah

Dari video yang beredar berdurasi 1 menit 24 detik kolom abu letusan tersebut terlihat berwarna abu kehitaman.

Saat ini Gunung Agung berada pada Status *Level III (Siaga)* dengan rekomendasi:

(1) Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Baca: Kesaksian Ari Lasso: Digerayangi Kuntilanak, Rasakan Ada Sesuatu Yang Masuk ke Tubuhnya

Baca: Sejoli Bertengkar hingga Berakhir Pelajar SMA Ditikam, Tubuh Korban Seketika Terhuyung-huyung

Baca: Terungkap Kegiatan Ketum PPP Romi Sebelum Ditangkap, Lakukan ini Selama 3 Hari

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved