Mencuri Demi Dua Anaknya Hingga Didor Polisi, Begini Pengakuan Kadek Murta
Seorang ayah dua anak, I Kedek Murta alias Badeng (36) asal Batununggul, Nusa Penida, Klungkung kakinya ditembak polisi karena dianggap melawan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seorang ayah dua anak, I Kadek Murta alias Badeng (36) asal Batununggul, Nusa Penida, Klungkung kakinya ditembak polisi karena dianggap melawan saat ditangkap.
Dari pengakuannya, pelaku yang seorang residivis ini mencuri untuk biaya hidup dua anaknya.
Pelaku, Badeng mengatakan, pencurian yang dilakukannya lantaran ia mengaku kesulitan hidup.
Sebab tidak memiliki pekerjaan tetap, serta harus menanggung biaya hidup dua orang anak yang masih kecil.
“Tidak punya uang, makanya muncul niat mencuri. Saya punya dua anak yang masih kecil, butuh makan, tapi tidak punya pekerjaan tetap."
"Kadang jadi nelayan, kadang jadi tukang pikul beras. Makanya terpaksa mencuri,” akunya, Kamis (14/3).
Setelah kakinya kena tembak, Badeng pun mengaku menyesal dan kapok.
“Sekarang saya kapok pak, tak berani mengulanginya lagi,” tandasnya.
Kapolsek Sukawati, AKP Suriadi, mengatakan, kasus kejahatannya di wilayah hukum Polsek Sukawati dilakukan dua kali.
Aksi pencurian pertama dilakukan Sabtu (9/2) pukul 04.00 Wita, di rumah I Nyoman Karang di Banjar Sasih, Batubulan.
Saat hendak mencuri ayam, pelaku keburu dipergoki korban, sehingga ia panik dan kabur dengan meloncati tembok.
Saat melarikan diri, Badeng justru meninggalkan sepeda motornya.
Namun hal tersebut tidak membuat pelaku jera. Sebab sebulan kemudian, tepatnya 9 Maret 2019, ia kembali melakukan aksinya.
Namun kali ini ia berhasil melarikan burung jalak kebo di rumah I Ketut Adi Astama di Jalan Dewi Sri, Batubulan.
Atas aksinya tersebut, korban mengalami kerugian Rp 500 ribu.