TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana

TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana

TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Sayu Putu Nami didampingi anaknya, Kadek Kawiana (34). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Sepuluh orang pekerja atau buruh panen padi tersambar petir, di areal persawahan subak Tibu Beleng, Banjar Tembles Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Sabtu (7/4/2019).

Ternyata sambaran petir itu tidak terjadi begitu saja, alias ada sebab musababnya.

Salah seorang dari buruh tani itu ada yang menggunakan ponsel ketika hujan deras mengguyur TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Salah seorang korban yang masih dirawat di RSU Negara, Sayu Putu Nami mengakui, bahwa ada salah seorang teman buruh yang menggunakan ponsel ketika hujan deras mengguyur.

Tiba-tiba saja, tak berselang lama, gubuk yang ditempati untuk berteduh itu disambar petir.

Nami, mengaku terpental akibat sambaran petir tersebut.

"Pang enggal mulih. Nak onyo ngidupang HP (biar cepat pulang. Teman yang membawa hp itu semua menghidupkan (menelepon). Gak lama terus kena sambar," ucapnya.

Nami menuturkan, saat itu dirinya dan rekan buruh lainnya berjumlah 12 orang berada di gubuk lain, sedang makan dan minum kopi.

Mereka sedang beristirahat setelah bekerja memanen padi.

Sekitar pukul 12.15 Wita, perkiraan mereka istirahat.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved