Pasar Tradisional, Pembayaran Modern; E-restribusi Mulai Diterapkan di Pasar Peninjoan

Keunggulan e-restribusi diklaim untuk meningkatkan pendapatan dari bidang pungutan sewa dan biaya operasional pasar yang lebih transparan

Pasar Tradisional, Pembayaran Modern; E-restribusi Mulai Diterapkan di Pasar Peninjoan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pedagang mulai menerapkan sistem pembayaran e-retribusi atau nontunai dalam setiap transaksi di Pasar Peninjoan, Desa Adat Peninjoan, Peguyangan Kangin, Denpasar, Jumat (12/4/2019). 

Pasar Tradisional, Pembayaran Modern

- Bayar Nontunai di Pasar Peninjoan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu per satu pasar tradisional di Denpasar mulai berbenah diri dalam menghadapi era modern.

Terbaru, sistem transaksi nontunai atau e-restribusi mulai diterapkan di Pasar Peninjoan, Denpasar Utara, Jumat (12/4/2019).

Sebelumnya, e-restribusi telah diterapkan di sejumlah pasar lain, seperti Pasar Ketapian, Pasar Gunung Agung, Pasar Kumbasari, Pasar Badung dan Pasar Agung Peninjoan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana mengatakan, penerapan e-restribusi akan menyasar seluruh pasar di Denpasar.

Dengan diterapkannya sistem pembayaran e-restribusi ini, kata dia, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar pada Permendagri No 13/2013 tentang sistem pembayaran nontunai di pasar tradisional.

Keunggulan e-restribusi diklaim untuk meningkatkan pendapatan dari bidang pungutan sewa dan biaya operasional pasar yang lebih transparan.

''Penerapan e-restribusi ini diterapkan guna memaksimalkan pendapatan dari bidang pungutan sewa dan biaya operasional pasar (BOP),'' jelasnya.

Selain itu, e-retribusi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui sistem pembayaran secara transparan.

Diharapkan pedagang bisa memanfaatkan sistem ini dengan baik dalam upaya membangun pasar tradisional yang tentunya dapat meningkatkan sektor ekonomi kerakyatan.

Retribusi Bisa Maksimal
KEPALA Pasar Agung Peninjoan, Nyoman Suarta mengatakan, melalui penerapan teknologi ini pihaknya berharap perolehan retribusi PD Pasar akan semakin meningkat.

Karena dengan cara ini perolehan retribusi bisa lebih maksimal.

"Dengan adanya e-retribusi kami berharap ke depan pungutan pasar akan berdapak positif terhadap ketepatan waktu karena auto debet dan yang paling penting adalah menjegah kebocoran pungutan," harapnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved