CPNS 2018

Koster Serahkan 772 SK Pengangkatan CPNS, ‘Kunci’ Bisa Lulus karena Kemampuan dan Nasib

Wayan Koster menyerahkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Bali tahun 2018 khusus bidang pendidikan dan kesehatan

Koster Serahkan 772 SK Pengangkatan CPNS, ‘Kunci’ Bisa Lulus karena Kemampuan dan Nasib
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Serahkan SK - Gubernur Bali, Wayan Koster secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 772 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Bali di Lapangan Kantor Gubernur  Bali, Kamis (25/4/2019) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Bali tahun 2018 khusus bidang pendidikan dan kesehatan, Kamis (25/4/2019) pagi.

Sebelumnya 12.469 orang peserta telah mendaftar dan mengikuti berbagai tahapan seleksi.

Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lulus tes adalah 774 orang.

Namun dua orang peserta tidak diberikan SK karena satu orang tidak memenuhi syarat administrasi dan satu orang mengundurkan diri, sehingga total 772 orang diberikan SK pengangkatan CPNS oleh Gubernur Bali.

Dalam arahannya Koster meminta para CPNS yang akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bekerja dengan penuh semangat, enerjik, aktif dan proaktif, serta jangan hanya pasif menunggu perintah atasan.

“Gak boleh menjadi pegawai sontoloyo, harus rajin, tertib, disiplin, kerja keras. Kalau tidak sanggup, mundur!” kata Koster saat memimpin apel di Lapangan Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/4/2019).

Para CPNS tersebut, kata dia, telah melewati dua hal, yaitu karena kemampuannya dan nasib yang baik.

Baca: Setiap Minggu Bali Kehilangan Satu Situs Kuno

Baca: Ciptakan Teknologi Penyerap Polusi dari Daun Glodok Tiang, SMAN 8 Denpasar Raih Perunggu di Malaysia

Mereka tidak saja kompeten pada bidangnya masing-masing karena sudah mengikuti seleksi yang  terukur, namun juga mungkin karena nasib baik yang mengikuti.

“Kalau bukan karena nasib baik bisa saja pada waktu tes ngantuk, gelem (sakit). Pintar tapi saat tes gelem, pasti sing nyidang nyawab soalne pang luung (pintar tapi saat tes sakit, pasti tidak bisa menjawab dengan baik). Artinya selain mampu juga bernasib baik,” tutur Koster.

Selanjutnya, ia menyampaikan yang bisa meluluskan peserta adalah diri sendiri, dan memastikan tidak ada permainan sogok menyogok.

Maka dari itu hasil seleksi itu diharapkan bisa dipertanggung jawabkan oleh seluruh CPNS dengan bekerja sebaik-baiknya, berdedikasi, berkomitmen agar memiliki kinerja yang baik.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved