CPNS 2018

Koster Serahkan 772 SK Pengangkatan CPNS, ‘Kunci’ Bisa Lulus karena Kemampuan dan Nasib

Wayan Koster menyerahkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Bali tahun 2018 khusus bidang pendidikan dan kesehatan

Koster Serahkan 772 SK Pengangkatan CPNS, ‘Kunci’ Bisa Lulus karena Kemampuan dan Nasib
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Serahkan SK - Gubernur Bali, Wayan Koster secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 772 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Bali di Lapangan Kantor Gubernur  Bali, Kamis (25/4/2019) pagi. 

Dari seleksi hingga keluar SK, Koster mengingatkan jangan sampai ada orang yang mengaku-ngaku menjadi pahlawan kesiangan dan selanjutnya meminta uang pada peserta.

“Kalau ada yang datang tiba-tiba karena sudah mendapat SK, dibilang dia yang memperjuangkan SK itu supaya turun SKnya, jangan mau dan laporkan langsung ke polisi,” tegasnya.

Baca: Video Detik-detik Bus Sugeng Rahayu Hantam Bus Peserta Study Tour, Pengendara Malang Ini Jadi Korban

Baca: Bayi dan Ibu Sehat, Bersama JKN-KIS Hidup jadi Lebih Mudah

Pihaknya pun kini sedang melakukan reformasi besar-besaran terhadap birokrasi pemerintahan di Provinsi Bali.

Maka, ia berpesan agar seluruh CPNS memegang teguh tanggung jawab dan amanat Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Di Provinsi saya sedang menata dan membuat promosi dengan sistem merit. Gak ada lagi ngisi jabatan dengan sogok menyogok. Saya juga menata insentif dan tunjangan peningkatan kinerja untuk pegawai. Sekarang tunjangannya saja yang naik, tapi kinerjanya tidak meningkat,” ujarnya.

Kepala BKD Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana menyampaikan Berdasarkan SK Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 504 tahun 2018 tentang kebutuhan pegawai aparatur sipil negara di Lingkungan Pemprov Bali tahun, disebutkan Pemprov Bali memperoleh formasi sejumlah 818 formasi.

Formasi tersebut dibagi terdiri dari bidang pendidikan dan kesehatan, yaitu 502 orang tenaga guru dan 316 orang tenaga kesehatan.

Agar lebih terbuka, seleksi CPNS tahun 2018 dilaksanakan melalui kompetensi dasar dan kompetensi bidang dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Di samping itu, lanjut dia, pelaksanaan seleksi dilakukan secara terbuka, transparan dan akuntabel dengan melibatkan unsur Ombudsman, BPKP, kepolisian, kejaksaan dan inspektorat untuk mengawasi setiap tahapan tes.

Baca: Mother of Satan, Bom Mengerikan Yang Dipakai ISIS saat Beraksi di Surabaya Hingga Sri Lanka

Baca: Merpati Bali Melaju ke Semifinal Playoffs Srikandi Cup Musim 2018-2019

“Untuk bisa lolos, setiap peserta harus memenuhi ambang batas kelulusan yang ditetapkan oleh Kementerian PAN dan RB,” imbuhnya.

Lihadnyana menambahkan, setelah dua minggu ditugaskan para pegawai akan dipanggil untuk mengikuti Latihan Dasar (Latdas).

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved