BPJS Kesehatan Klungkung

Tandatangan PKS UHC, Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98% Kepesertaan JKN-KIS

Bangli terima predikat Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

Tandatangan PKS UHC, Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98% Kepesertaan JKN-KIS
BPJS Kesehatan Klungkung
Tandatangan PKS UHC, Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98% Kepesertaan JKN-KIS 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Masyarakat Kabupaten Bangli patut bersyukur atas resminya predikat Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ini berarti, kini masyarakat Bangli dapat memanfaatkan program JKN-KIS untuk menjamin kesehatan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan ke puskesmas maupun rumah sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal ini juga membuktikan komitmen pemerintah Kabupaten Bangli yang tidak main-main dalam menjamin kesehatan masyarakatnya.

Keseriusan pemkab Bangli disampaikan langsung oleh Bupati Bangli, I Made Gianyar, saat melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut, bertepatan dengan upacara peringatan HUT Bangli yang ke-815 (10/05) di Lapangan Kapten Mudita Bangli.

Baca: Diduga Akibat Bekas Abu Dapur Masih Menyala, Gudang Artana Ludes Terbakar

Baca: Wawancara Khusus - Tak Perlu Takut Beralih ke Pertanian Organik, Ini yang Harus Diperhatikan

Penandatanganan tersebut disertai dengan penyerahan piagam pengahrgaan dari BPJS Kesehatan kepada Pemkab Bangli, yang diserahkan langsung oleh Deputi Direksi Wilayah Bali NTT, NTB, dr Made Puja Yasa, AAK, sedangkan yang menandatangani PKS adalah Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, dr Endang Triana Simanjuntak, AAK.

“Kami ingin masyarakat mudah mengakses pelayanan kesehatan saat mereka sakit, kami ingin mereka bahagia saat ke puskesmas maupun rumah sakit, oleh karena itu kami bersama dengan BPJS Kesehatan selalu berkoordinasi dengan baik dan dihasilkanlah komitmen ini yang dituangkan dalam PKS,” Ungkap Gianyar.

Selain itu, ia juga ingin penyerahan piagam dan plakat predikat UHC dari BPJS Kesehatan ini benar-benar dimaknai bukan hanya sebuah piagam saja namun lebih kepada implementasinya, luar biasanya piagam ini harus diimplementasikan betul oleh pemkab Bangli dan BPJS Kesehatan untuk masyarakat agar benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Baca: Meski Perbaikan Irigasi Rampung, Jalan Raya Terminal Mengwi Belum Bisa Dilalui Kendaraan

Baca: Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal

Sementara itu, I Made Puja Yasa menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Bangli, menurutnya UHC ini menjadi kado spesial bagi masyarakat Bangli.

Menurutnya di momen yang sangat baik ini, pemkab Bangli menunjukkan sisi kehadiran mereka bagi masyarakatnya dalam hal akses pelayanan kesehatan.

“Sebelumnya kami ucapkan selamat hari jadi kota Bangli yang ke-815, semoga kado spesial ini dapat mewujudkan Bangli yang Santhi dan Jagaditha. Penadatanganan PKS ini adalah merupakan tindak lanjut dari PKS di tingkat Provinsi Bali, PKS ini berlaku dari 1 Januari 2019 dengan cakupan kepesertaan 98%, ini adalah bukti sisi kehadiran pemerintah bagi masyarakatnya dalam memberikan akses pelayanan kesehata,” jelas Puja.

Baca: 5 Cara Menurut Psikolog Ini, Bisa Membantu Anda Berpikiran Positif di Tempat Kerja

Baca: Teco Belum Bisa Kendalikan Tim, Yabes Tanuri Akui Skuat Bali United Masih Adaptasi

Ditanyai tentang mekanisme pelayanannya, puja menyatakan pelayanan nantinya akan mengacu pada regulasi rujukan terintegrasi pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan dan Peraturan-peraturan dari Kementrian Kesehatan, kedepan Pemkab dan BJPS Kesehatan akan mendorong kecukupan dan ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas layanan kesehatan dan yang terpenting adalah proteksi financial bagi masyarakat yang belum mampu mengakes pelayanan kesehatan.

Hingga mei 2019, tercatat kepesertaan Bangli per April 2019 sebesar 260.869 jiwa atau sebanyak 98,08% dari penduduk yaitu 265.972 Jiwa, yang berasal dari berbagai segmen termasuk penduduk yang didaftarkan oleh pemkab Bangli.

Pemkab Bangli telah siap mengalokasikan sisa 2% atau sekitar 5.000 jiwa dan sudah dianggarkan, sehingga nanti masyarakat miskin yang belum terdaftar bisa langsung aktif. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved