Pasokan Cabai Berkurang Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ini Penyebabnya
Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, salah satunya cabai yang naik signifikan
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Pasokan Cabai Berkurang Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ini Penyebabnya
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmwati
TRIBUN-BALI.COM, BALI - Berita Bali hari ini, menjelang hari raya Galungan dan Kuningan sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, Rabu (10/7/2019).
Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Provinsi Bali, Gatot Supriyatin menyebutkan harga cabai mengalami kenaikan signifikan.
"Pasokan cabai di pasar memang berkurang. Faktor yang memengaruhi karena cuaca. Selain itu juga karena masih masuk musim tanam sehingga pasokan kurang," jelasnya.
Baca: Gung Bharata dan Gus Gaga Akhirnya Berdamai: Kami Sepakat Melupakan Masa Lalu
Baca: Kisruh PPDB 2019, Koster Akan Terbitkan Pergub
Berdasarkan data yang Tribun Bali himpun dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali.
Harga cabai merah besar di Bali rata-rata Rp 56 ribu/kilogram, sehari sebelumnya Rp 51.900/kilogram.
Harga cabai rawit merah rata-rata Rp 62.500/kilogram, sehari sebelumnya Rp 53.500/kilogram.
Baca: Menteri Yohana Minta Rancangan Perda Aceh Perbolehkan Poligami Mempertimbangkan Akibatnya
Baca: Wabup Suiasa: Investor Beli Klub Liga II, Targetkan Tiga Besar dan Naik Liga I Indonesia
"H-5 hari raya Galungan biasanya permintaan meningkat. Antisipasinya biasanya stok diambil dari desa-desa di Bali atau ambil langsung dari petani," tambahnya.
Disperindag Provinsi Bali mencatatat stok ketersediaan di Bali pada Juli 2019 yakni produksi cabai besar sebanyak 10.253 ton, konsumsi 381 ton.
Sedangkan produksi cabai rawit sebanyak 2.964 ton, konsumsi 989 ton.
(*)