Ngopi Santai
10 Bulan yang Mengesankan
Petualangan Les Parisiens berakhir sudah.Trio MNM, Maria, Neymar, Mbappe belum membantu Paris Saint-Germain (PSG) menggenggam trofi Liga Champions
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, -- Petualangan Les Parisiens berakhir sudah.
Trio MNM, Maria, Neymar, Mbappe belum membantu Paris Saint-Germain (PSG) menggenggam trofi Liga Champions Eropa pertama.
Mereka baru sampai di babak final perdana.
Neymar menangis dalam pelukan David Alaba. Mata Mbbape dan Di Maria sembap.
Pelatih Thomas Tuchel yang kakinya bertopang tongkat berusaha tabah dan menghibur tim asuhannya.
Singgasana terhormat milik Bayern Muenchen.
Die Rotten menang tipis 1-0 berkat gol tandukan anak Prancis yang dibiarkan pergi oleh PSG ke Juventus 2014 lalu berlabuh di Allianz Arena Munich 2017, Kingsley Coman.
Penampilan PSG sesungguhnya luar biasa. Bertarung spartan selama 90 menit. Selama 45 menit pertama membuat Munich kedodoran.
Bahkan pada masa injury time hampir saja menyamakan kedudukan lewat aksi Neymar.
Lalu apa rahasia sukses Bayern di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Minggu 23 Agustus 2020?
Resepnya simpel. Tim asuhan Hansi Flick mampu menghentikan aksi impresif trio MNM.
Angel Di Maria, Neymar dan Kylian Mbappe adalah trio maut yang sukses besar dalam 10 laga PSG sebelummya.
Tapi malam itu di Lisbon mereka gagal memanfaatkan celah di lini belakang FC Hollywood.
Lini belakang Bayern sempat kalang kabut membendung pergerakan Mbappe, Neymar dan Di Maria.
Malah kian mencemaskan ketika Jerome Boateng yang kurang fit harus tinggalkan lapangan diganti Niklas Sule pada paruh babak pertama.