JK Sarankan KPK Fokus Selidiki Aliran Dana Bailout Century
bakal lebih efektif mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas penyelewengan dana yang mencapai Rp 6,7 triliun.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Indonesia ke-10, Jusuf Kalla, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih efektif menyelidiki aliran dana bailout Bank Century, ketimbang memeriksa semua orang yang ikut rapat dalam pengambilan kebijakan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP).
Menurutnya, dengan menyelidiki aliran dana tersebut, bakal lebih efektif mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas penyelewengan dana yang mencapai Rp 6,7 triliun.
"Artinya tidak semua orang ikut rapat diperiksa (KPK). Tapi yang penting uangnya masuk kemana. Apa benar masuk ke Century? Apa benar ke tempat yang tepat?" kata JK di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2014).
JK menuturkan, kebijakan awal untuk dana talangan Bank Century adalah Rp 689 miliar. Namun menurutnya, dana tersebut membengkak mencapai Rp 6,7 triliun.
"Kebijakannya Rp 600 miliaran, tapi yang keluar Rp 6 triliunan. Yang disetujui Rp 600 miliaran ya, pasti kemana (Rp 6,7 triliun) kan," tuturnya.(*)