Hari Raya Galungan
Permintaan Meningkat 100 Persen, Suarta Kewalahan Layani Pembeli Bunga
Jelang Galungan permintaan akan bahan-bahan untuk banten semakin meningkat.
Permintaan Meningkat 100 Persen, Suarta Kewalahan Layani Pembeli Bunga
Jelang Hari Raya Galungan harga janur, buah pisang,bunga dan ron di sejumlah pasar di Denpasar dan sekitar mulai merangkak naik. Jelang Galungan juga terdapat rerahinan, mulai Purnama, Sugihan Jawa, Kajeng Kliwon dan Sugihan Bali yang membuat permintaan akan bahan-bahan untuk banten semakin meningkat.
PASAR tradisional Wangaya tampak lebih padat dari hari-hari sebelumnya. Mobil pick up hitam yang berisi janur berjejer di areal pasar. Para pembeli satu per satu, kadang juga bersamaan datang mengerumuni para pedagang.
Nyoman Sugita (45), penjual janur asal Karangasem Kubu duduk di atas mobilnya. Sementara dagangannya sudah menipis, hanya tinggal beberapa ikat. Pria yang tinggal di Peguyangan itu mengatakan penjualan akan janur beberapa hari terakhir terus meningkat hinggat 100 persen.
"Biasanya hanya terjual 200 ikat. Tapi sekarang, bisa sampai 300 atau 400 ikat," katanya, Selasa (13/5).
Pria yang mengambil dagangan dari Malang itu mengaku harga jual juga naik dari yang awalnya Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu, kini dijualnya Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu.
"Kalau untuk pelanggan, ya, saya jual lebih murah. Tapi rata-rata pembeli tidak ada yang komplain karena mereka sudah tahu kalau menjelang hari raya, harga bahan upacara pasti naik," tambah Sugita.
Barang dagangannya yang biasanya dibongkar di Ubung dan Mambal itu kini bisa habis terjual lebih awal. Biasanya, ia mulai berdagang dari pukul 08.00 sampai 20.00 Wita. Namun sore itu, sekitar pukul 18.00, dagangannya hanya tinggal beberapa ikat.
"Kalau habisnya siang, saya bisa nambah dagangan lagi. Tapi kalau sore, ya, saya pulang lebih awal, tidak ambil dagangan lagi," ujarnya.
Kenaikan harga diperkirakan akan berlangsung hingga Hari Raya Kuningan. Sebagaimana janur, kenaikan harga juga terjadi pada Ron yang biasanya digunakan sebagai alas canang. Harga semula yang hanya Rp 8 ribu seikat, kini jadi Rp 12 ribu.
Hanya saja, Gede Gunawan (23), asal Buleleng yang juga berjualan janur mengaku berbeda. Menurutnya, sekarang tingkat penjualan janur masih standar, pelonjakkan baru akan terjadi saat Hari Raya Kuningan.
"Saya jualnya masih standar, hanya Rp 19 ribu seikat. Penjualan juga tidak banyak-banyak amat. Sekarang pembeli lebih banyak pakai Janur Sulawesi yang bisa tahan beberapa lama, sampai Galungan karena mereka mau jarit bantennya lebih awal. Nah, kalau menjelang Kuningan, kan mereka harus buat baru, saat itu baru permintaan naik," jelas Gunawan.
Selain penjual janur, pedagang bunga juga nampak memenuhi pinggiran jalan sepanjang pasar Wangaya. Mereka duduk berjejer sambil menggelar karung yang penuh berisi bunga pacah, mitir, dan kembang seribu.
Menurut Jero Sekar, pedagang asal Sibang, kini ia belum bisa terlalu menaikkan harga jual bunga. Hanya saja, biasanya, 1 kg laku seharga Rp 15 ribu, sekarang ia menjual seharga Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu. Diperkirakan, saat menjelang Galungan harganya akan naik sampai Rp 20 ribu per kilo. Permintaan akan bunga juga tambah lebih banyak.
Kenaikan serupa juga terjadi di Pasar Mengwi. Suasana jalanan Pasar Mengwi Selasa (13/5) dipenuhi para penjual bunga. Mereka menjajakan bunganya menggunakan mobil bak terbuka. Desak (23), satu diantara penjual bunga yang berada di Pasar Mengwi mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Galungan, penjualan bunganya mengalami peningkatan.



